Tekanan ekonomi yang dinamis mendorong banyak perempuan mengambil peran strategis dalam menopang keuangan keluarga. Salah satu pilihan yang banyak diambil adalah memulai dan mengembangkan usaha dari rumah, tanpa meninggalkan peran sebagai ibu.
Kini, adopsi teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), semakin membuka lebar kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan. Dengan memanfaatkan platform digital, mereka tidak hanya mampu menjangkau pasar lebih luas, tetapi juga mengelola bisnis secara lebih efisien.
Penggunaan AI dalam pengembangan bisnis ini terlihat dari pengalaman dua pelaku UMKM perempuan, Efa Fauziah pemilik Mie Aceh 769 Pijay, dan Rohani Sembiring pemilik Risoles Mbak Any.
Efa Fauziah memulai perjalanan bisnisnya di tengah kondisi yang tidak mudah. Ia sempat terdampak gempa Pidie Jaya pada 2016, lalu menghadapi kesulitan ekonomi. Pada 2019, ia memutuskan merantau ke Bogor bersama keluarga demi mencari peluang baru. Bermodalkan keahlian memasak, Efa pun merintis usaha Mie Aceh.
“Awalnya kami menjalankan usaha ini hanya berdua saja. Suami memasak dan saya membantu di depan. Semua dikerjakan sendiri tanpa karyawan. Perjalanan usaha kami tidak selalu berjalan mulus. Pada 2020, saya dan keluarga memutuskan pindah ke Jakarta untuk mencari peluang baru. Saat itu, suami kembali memulai dari awal dengan bekerja sebagai juru masak di sebuah warung Aceh di kawasan Pasar Minggu, sebelum akhirnya aktivitas usaha tersebut harus terhenti akibat kebakaran,” cerita Efa, dikutip dari Medcom, Selasa, 31 Maret 2026.
Berbagai rintangan tidak mematahkan semangat Efa. Ia berhasil bangkit dan mengembangkan bisnisnya hingga pesat. Penjualannya melonjak drastis setelah bergabung dengan platform digital. Dari rata-rata 10-15 porsi per hari, kini penjualannya mencapai sekitar 150 porsi harian. Sekitar 80 persen dari total penjualan tersebut berasal dari pesanan online. Saat ini, Mie Aceh 769 Pijay telah memiliki dua cabang dengan menu andalan seperti Mie Aceh Daging Full dan Mie Aceh Extreme.
Bagi Efa, teknologi digital, khususnya asisten AI, menjadi penunjang krusial dalam pengambilan keputusan bisnis. Ia memanfaatkan fitur GrabMerchant AI Assistant untuk berdiskusi mengenai strategi promosi dan pemilihan menu. Fitur ini memungkinkan pelaku usaha untuk menganalisis tren penjualan, mengetahui menu favorit pelanggan, serta mendapatkan rekomendasi promosi yang tepat.
Selain itu, Efa juga aktif dalam Komunitas SERABI (Sekumpulan Perempuan Bisa) Grab, sebuah wadah untuk belajar dan berbagi pengalaman dengan sesama merchant. Komunitas ini menjadi sumber inspirasi bagi Efa untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan.
Kisah serupa dialami Rohani Sembiring atau Mbak Any, perintis usaha Risoles Mbak Any. Ia memulai bisnis dari rumah kontrakannya di Jakarta saat kondisi ekonomi keluarga sangat menantang, terutama di masa pandemi. Awalnya, ia hanya melayani pesanan pre-order kecil dari tetangga sekitar. Namun, setelah beralih ke platform digital, usahanya perlahan berkembang.
“Kadang ada banyak risoles yang tidak habis terjual. Biasanya saya bagikan ke orang sekitar atau ke masjid,” kenang Mbak Any. Meskipun demikian, dukungan keluarga, terutama anak-anak dan suami, menjadi motivasi utamanya untuk terus bertahan. Kini, setelah sekitar enam tahun, Risoles Mbak Any telah memiliki dua cabang dan mempekerjakan karyawan. Bahkan, putranya ikut membantu setelah pulang sekolah.
Volume pesanan Mbak Any juga meningkat signifikan, bahkan bisa lebih dari dua kali lipat pada momen-momen khusus seperti Ramadan. Sekitar 90 persen penjualannya berasal dari pesanan online, sedangkan sisanya dari pembelian langsung di toko. Mbak Any juga mulai memanfaatkan teknologi AI untuk mengoptimalkan strategi bisnisnya, layaknya memiliki teman diskusi untuk mengatasi penurunan penjualan.
Teknologi AI sebagai Kunci Pertumbuhan UMKM
Pemanfaatan teknologi, termasuk AI, telah menjadi faktor krusial dalam mendorong pertumbuhan UMKM. Fitur seperti GrabMerchant AI Assistant memungkinkan pelaku usaha untuk menganalisis data bisnis secara lebih mendalam, sehingga keputusan yang diambil lebih tepat dan terukur.
“Teknologi merupakan salah satu kunci untuk membuka potensi tak terbatas bagi UMKM. Kami percaya bahwa dengan merangkul inovasi seperti GrabMerchant AI Assistant, pelaku usaha dapat mengeksplor data dan mengubahnya menjadi strategi nyata, membantu merchant memahami dinamika bisnis dan pengambilan keputusan dengan lebih terukur,” ujar Melinda Savitri, Country Marketing & Communications Head, Grab Indonesia, seperti diberitakan oleh Medcom.