Rasisme masih menjadi masalah serius dalam sepak bola. Meski berbagai kampanye anti-diskriminasi terus disuarakan oleh FIFA, UEFA, dan federasi di berbagai negara, insiden rasial terus terjadi, baik di lapangan maupun di tribun stadion.
Beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus rasisme memicu reaksi besar dari pemain, pelatih, dan pejabat sepak bola dunia. Beberapa pertandingan dihentikan, investigasi resmi dibuka, dan pelaku mendapat sanksi tegas.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya soal permainan, tetapi juga tentang nilai-nilai kemanusiaan. Para pemain semakin berani bersuara ketika menerima perlakuan diskriminatif, dan dukungan dari publik pun menguat.
Isu rasisme kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan pemain Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga melawan SL Benfica. Sebelumnya, ada sejumlah peristiwa lain yang memicu kontroversi besar di dunia sepak bola.
Berikut beberapa kasus rasisme yang sempat menjadi sorotan:
1. Vinicius Junior vs Gianluca Prestianni (Liga Champions)
Kasus terbaru terjadi saat laga play-off Liga Champions antara SL Benfica dan Real Madrid. Vinicius Junior melaporkan dugaan ucapan rasial dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Insiden terjadi sebelum kick-off ketika Prestianni terlihat berbicara ke arah Vinicius sambil menutupi mulutnya dengan jersey. Vinicius langsung melapor kepada wasit dan protokol anti-rasisme diaktifkan.
UEFA membuka penyelidikan, dan berbagai tokoh sepak bola menyatakan solidaritas kepada Vinicius.
2. Vinicius Junior vs Fans Valencia (La Liga 2023)
Kasus rasialisme terhadap Vinicius sudah beberapa kali terjadi. Salah satunya saat pertandingan melawan Valencia CF di La Liga 2023.
Sejumlah suporter meneriakkan kata-kata rasial kepada Vinicius dari tribun. Insiden ini sempat membuat pertandingan terhenti dan memicu reaksi besar dari dunia sepak bola internasional.
Pemerintah Spanyol turun tangan dan beberapa suporter dihukum. Peristiwa tersebut menjadi simbol bahwa masalah rasisme masih serius di sepak bola Eropa.
3. Romelu Lukaku vs Fans Juventus (Coppa Italia 2023)
Kasus lain yang sempat mengguncang dunia sepak bola melibatkan Romelu Lukaku saat membela Inter Milan melawan Juventus FC.
Saat merayakan gol, Lukaku mendapatkan ejekan rasial dari sebagian suporter Juventus. Insiden tersebut memicu kontroversi karena Lukaku justru sempat terkena kartu kuning setelah selebrasinya.
UEFA dan FIGC kemudian mendapat tekanan besar untuk bertindak lebih tegas terhadap rasisme di stadion. Kasus ini memperkuat kampanye anti-rasisme di sepak bola Italia.
4. Denilson Junior dan Gabriel Mutombo vs Fans Persib Bandung
Kasus rasialisme juga sempat mencuat di Indonesia. Dua pemain asing, Denilson Junior dan Gabriel Mutombo, mengaku menerima perlakuan rasial dari oknum suporter Persib Bandung.
Insiden tersebut ramai dibahas di media sosial dan memicu reaksi keras dari komunitas sepak bola Tanah Air. Banyak pihak meminta adanya edukasi dan tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa rasisme bukan hanya masalah di Eropa, tetapi bisa terjadi di mana saja, termasuk di Asia yang melibatkan klub Indonesia.
5. Kalidou Koulibaly vs Fans Cagliari (Serie A 2019)
Kasus rasialisme lain yang cukup terkenal melibatkan Kalidou Koulibaly ketika membela SSC Napoli melawan Cagliari Calcio.
Koulibaly menjadi sasaran teriakan bernada rasial dari tribun sepanjang pertandingan. Bek asal Senegal itu tetap tampil profesional dan bahkan mencetak gol penentu kemenangan.
Namun insiden tersebut memicu kecaman luas dari pemain, klub, hingga organisasi sepak bola dunia. Serie A kemudian meningkatkan kampanye anti-rasisme setelah kejadian itu.