UMN Gelar UCIFEST 17 Hadirkan 167 Film dari Delapan Negara

Program Studi Film UMN menyelenggarakan UCIFEST 17 pada 4-8 Mei 2026 dengan menampilkan 167 karya film internasional dan rangkaian seminar industri.

Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan UMN Animation & Film Festival (UCIFEST) ke-17 yang berlangsung mulai Senin, 4 Mei 2026 hingga Jumat, 8 Mei 2026 di Kampus UMN, Serpong, Tangerang Selatan. Festival tahunan ini menjadi wadah apresiasi bagi sineas muda dari tingkat pelajar hingga internasional.

Dilansir dari Medcom, sebanyak 167 film yang berasal dari delapan negara berpartisipasi dalam ajang ini. Negara-negara tersebut meliputi Indonesia, Turki, Mesir, Brasil, Korea Selatan, India, Hungaria, dan Tiongkok yang mengirimkan karya terbaik mereka untuk dikompetisikan.

Panitia penyelenggara telah mengkurasi karya tersebut ke dalam beberapa kategori utama. Terdapat 6 film untuk International Fiction for University Student, 5 film International Animation for University Student, serta masing-masing 5 film untuk kategori nasional fiksi dan animasi tingkat SMA.

Selain kategori kompetisi pelajar, UCIFEST 17 juga menyajikan 6 film dalam kategori International Documentary. Seluruh film terpilih akan ditayangkan selama rangkaian festival berlangsung guna memperkuat ekosistem perfilman bagi generasi muda.

Tahun ini, UCIFEST mengusung tema "Power" yang mengeksplorasi berbagai bentuk kekuatan dalam relasi sosial, identitas, dan perjalanan personal. Penyelenggara mendorong para pembuat film untuk menyampaikan cerita yang berani serta memiliki dampak reflektif bagi penonton.

Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan program non-kompetisi seperti Best of UMN, Official Selection, dan Shape of Power. Terdapat pula pemutaran film klasik Indonesia melalui program Moonlight Cinema yang menayangkan "Kereta Api Terakhir" dan Special Screening film "Turang" (1957).

Selain pemutaran film, festival ini menghadirkan Fringe Events berupa seminar, masterclass, dan talkshow bersama praktisi industri. Beberapa tokoh yang hadir antara lain sutradara Riri Riza, sutradara Lucky Kuswandi, dan perwakilan Lembaga Sensor Film (LSF) Tri Widyastuti Setyaningsih.

"UCIFEST 17 diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan antara filmmaker, akademisi, dan publik untuk saling berbagi perspektif," sebagaimana tercantum dalam keterangan penyelenggara. Acara ini juga menyajikan pameran poster yang menampilkan interpretasi visual dari tema festival tahun ini.

Recommended