Red Bull Diduga Kehilangan Kesabaran pada Jurgen Klopp

Kinerja Jurgen Klopp sebagai Global Head of Football Red Bull disorot. Kerja sama bisa berakhir lebih cepat dari perkiraan.

Red Bull dikabarkan mulai kehilangan kesabaran terhadap kinerja Jurgen Klopp sebagai Global Head of Football. Kabar dari Austria menyebutkan potensi berakhirnya kerja sama lebih cepat dari perkiraan, bahkan pada musim panas mendatang.

Klopp, yang direkrut untuk menyelaraskan proyek multi-klub Red Bull, diharapkan membawa identitas permainan yang kuat dan stabilitas jangka panjang. Namun, harapan tersebut belum sepenuhnya terwujud.

Beberapa klub utama dalam jaringan Red Bull mengalami masa sulit. RB Leipzig berjuang untuk finis empat besar di Bundesliga, sementara RB Salzburg bahkan telah memecat pelatih mereka. Di luar Jerman dan Austria, Leeds United berjuang di papan bawah, dan proyek di Prancis menghadapi ancaman degradasi.

Manajemen Red Bull mengharapkan dampak lebih signifikan dari kehadiran Klopp, mengingat reputasinya yang mendunia. Kontribusinya dinilai belum mampu mengangkat performa proyek multi-klub secara konsisten.

Kontrak Klopp dengan Red Bull berlaku hingga 2029. Namun, perpisahan bisa terjadi lebih cepat jika kedua belah pihak sepakat. Red Bull dikabarkan tidak akan menghalangi jika Klopp mendapat peluang kembali melatih musim depan. Hal ini membuka spekulasi tentang kembalinya Klopp ke peran teknis di lapangan.

Nama Klopp masih memiliki daya tarik besar di Eropa. Beberapa klub top diyakini tertarik jika ia benar-benar tersedia.

Pengganti Sudah Disiapkan?

Red Bull disebut telah mengidentifikasi calon pengganti, yakni pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner. Kontrak Glasner di Palace akan habis pada akhir musim ini, dan masa depannya di Liga Inggris belum pasti.

Glasner dikenal dengan pendekatan taktis modern dan pengalaman menangani klub di level Eropa. Ia dinilai cocok dengan filosofi permainan cepat dan agresif tim-tim Red Bull.

Recommended