Universitas Pembangunan Jaya Gelar Penutupan Archworks X secara Inklusif

Program Studi Arsitektur UPJ menutup rangkaian Archworks X 2026 dengan kegiatan interaktif yang melibatkan masyarakat umum dan komunitas di Bintaro.

Program Studi Arsitektur dan PPArs Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) menggelar acara penutupan Archworks X 2026 dengan pendekatan interaktif dan inklusif di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, pada Minggu (3/5/2026). Perhelatan ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin antara mahasiswa, berbagai komunitas, hingga masyarakat umum.

Sebagaimana dilansir dari Medcom, hari terakhir festival arsitektur ini diisi dengan beragam kegiatan seperti bazar UMKM, diskusi terbuka, lomba mewarnai anak-anak, hingga aktivitas memancing. Pendekatan tersebut dipilih untuk mendekatkan disiplin ilmu arsitektur dengan kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.

Edisi ke-10 dari agenda tahunan Archworks ini mengusung tema Designing Presence: Space, Memory, and Belonging. Rangkaian acara sendiri telah berlangsung selama hampir satu bulan sejak 6 April 2026, yang mencakup simposium, lokakarya, kompetisi desain, serta pameran karya.

Ketua Pelaksana Archworks X, Agnes Claudia, menjelaskan bahwa konsep acara ini bertujuan menunjukkan sisi fungsional dari sebuah ruang. Arsitektur dinilai bukan sekadar soal konstruksi fisik bangunan, melainkan tentang bagaimana ruang tersebut dapat dirasakan melalui aktivitas manusia.

"Arsitektur tidak hanya soal bangunan, tapi juga bagaimana ruang bisa dirasakan dalam aktivitas sehari-hari," ujar Agnes Claudia, Ketua Pelaksana Archworks X.

Pembina himpunan, Ar. Lutfi Aulia Makarim, menambahkan bahwa keterlibatan publik sangat penting dalam memahami arsitektur sebagai bagian dari kehidupan. Pihak penyelenggara memanfaatkan berbagai area kampus secara fleksibel, mulai dari Aula Gedung B hingga Plaza Riverside sebagai lokasi kegiatan.

Archworks X juga menjadi bagian dari peringatan 15 tahun berdirinya UPJ. Melalui kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Jabodetabek, acara ini diharapkan mampu memperlihatkan koneksi antara dinamika perkotaan dengan peran kampus sebagai ruang publik yang terbuka bagi semua kalangan.

Recommended