Suriadi Huang Jalankan Peran Ganda sebagai Dirut dan Staf Operasional

Direktur Utama Tzu Chi Hospital PIK Suriadi Huang menjadi sorotan setelah turun langsung menjadi admin media sosial hingga sopir bus jemputan karyawan.

Direktur Utama Tzu Chi Hospital Pantai Indah Kapuk (PIK), Suriadi Huang, menarik perhatian publik setelah membagikan aktivitasnya menjalankan berbagai peran operasional rumah sakit pada Minggu, 3 Mei 2026. Kepemimpinan Suriadi menjadi perbincangan karena ia tidak hanya mengelola manajemen, tetapi juga terjun langsung membantu tugas staf di lapangan.

Dilansir dari Detik iNET, Suriadi mengungkapkan melalui media sosial Threads bahwa dirinya kerap mengambil alih tugas sebagai admin akun resmi rumah sakit. Ia secara rutin membalas pesan singkat dan pesan langsung (DM) dari masyarakat yang membutuhkan informasi layanan medis saat malam hari.

"Siang bisa direktur, malam balas-balasin DM, kadang bantu dorong pasien di IGD juga," kata Suriadi Huang, Direktur Utama Tzu Chi Hospital PIK. Penegasan tersebut muncul setelah banyak warganet yang mencurigai identitas asli di balik akun @tzuchihospital yang dinilai sangat responsif.

Selain menjadi admin media sosial, Suriadi juga menunjukkan fleksibilitasnya dengan menjadi sopir bus antar-jemput karyawan. Aksi ini dilakukan saat bagian operasional kantor sedang libur, di mana ia mengemudikan bus untuk rute PIK menuju Stasiun Kota, Rawa Buaya, hingga Rusun Cinta Kasih.

Suriadi Huang telah menjabat sebagai Direktur Utama Tzu Chi Hospital sejak Maret 2019 dan merangkap sebagai COO Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, rumah sakit tersebut menyediakan fasilitas canggih seperti operasi robotik dan MRI 3 Tesla dengan sistem pelayanan setara bagi pasien BPJS maupun umum.

Pendekatan kepemimpinan yang tidak lazim ini memicu beragam reaksi dari warganet, mulai dari apresiasi atas keterlibatan langsung hingga komentar jenaka mengenai rangkap jabatan tersebut. Suriadi menekankan bahwa keterlibatannya dalam hal teknis merupakan kebutuhan nyata untuk memastikan kualitas pelayanan tetap optimal di mata pasien.

Langkah turun lapangan ini dinilai sebagai upaya untuk meminimalisir risiko masalah operasional karena pimpinan memahami betul kondisi tim di lapangan secara mendalam. Suriadi tetap menjalankan rutinitas tersebut sebagai bentuk empati dan keterlibatan langsung dalam setiap lini pelayanan rumah sakit.

Recommended