Veda Ega Pratama menjadi perhatian dalam perayaan podium Moto3 Brasil 2026 karena memilih menjauhi siraman sampanye. Aksinya itu menuai pujian dari warganet.
Pembalap Indonesia tersebut menunjukkan sikap terpuji dengan menghindari minuman beralkohol tersebut. Ia baru bergabung dengan pemenang lain setelah prosesi siraman sampanye selesai.
Aksi Veda itu terjadi setelah dirinya meraih podium ketiga di Moto3 Brasil pada Minggu (22-3-2026) WIB. Hasil tersebut membawanya ke peringkat tiga klasemen sementara Moto3 2026 dengan total 27 poin.
Sebagai seorang muslim, Veda Ega Pratama memilih untuk tidak ikut serta dalam selebrasi yang melibatkan sampanye. Maximo Quiles dan Marco Morelli, yang meraih posisi pertama dan kedua, melakukan selebrasi dengan menyiramkan sampanye. Veda terlihat menghindar dan menjauh ke belakang panggung.
Sampanye sendiri merupakan minuman anggur putih bergelembung yang berasal dari kawasan Champagne di Prancis, sekitar 90 kilometer dari Paris. Minuman ini umumnya memiliki kandungan alkohol antara 11-13%.
Setelah seremonial sampanye selesai, Veda baru kembali bergabung dengan para pemenang lainnya. Ia melakukan tos menggunakan minuman berenergi non-alkohol.
Pencapaian Veda Ega Pratama
Podium di GP Brasil menjadi yang pertama bagi Veda Ega Pratama di ajang Moto3. Pembalap Honda Team Asia tersebut mencatatkan waktu 7 menit 21,471 detik.
"Ya, akhirnya saya bisa finis di tiga besar di grand prix kedua saya. Ini merupakan pencapaian terbesar buat saya saat ini," kata Veda Ega.
Pencapaian ini juga mengangkat posisinya di klasemen kejuaraan dunia Moto3 2026. Ia kini menduduki peringkat tiga dengan 27 poin.
"Tentu saya ingin berterima kasih kepada semua warga Indonesia, para sponsor, serta keluarga yang menonton saya dari Indonesia. Terima kasih banyak. Luar biasa," ujar Veda Ega.