Veda Ega Pratama mencatatkan awal musim yang menjanjikan dalam ajang Moto3 2026. Pembalap binaan PT Astra Honda Motor yang tergabung dalam Honda Team Asia ini berhasil finis di posisi kelima pada seri perdana di Sirkuit Buriram, Thailand. Pencapaian ini menjadi pembuka yang manis bagi Veda, khususnya saat menghadapi seri-seri selanjutnya.
Di seri kedua yang berlangsung di trek baru, Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, Brasil, Veda kembali membuat kejutan dengan meraih podium ketiga. Hasil ini menorehkan sejarah baru, menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang sukses naik podium Grand Prix, sebagaimana dilansir dari Bola.
Sirkuit Autodromo Internacional Ayrton Senna di Goiania, Brasil, memiliki karakteristik trek cepat serupa dengan Buriram. Lintasan ini mencakup beberapa trek lurus panjang, seperti area dari Tikungan 2 ke Tikungan 3, lalu dari Tikungan 12 ke Tikungan 13, serta area lurus terpanjang antara garis start dan finis. Kondisi ini dinilai cocok dengan gaya balap Veda yang nyaman di trek cepat.
Dengan catatan positif di awal musim, Veda Ega Pratama sempat berada di persaingan papan atas. Namun, pada seri Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of The Americas (COTA) yang berlangsung pada 29 Maret 2026, Veda mengalami kegagalan finis setelah terjatuh di tikungan 11 pada lap keempat.
Insiden ini menyebabkan posisinya di klasemen sementara Moto3 2026 melorot dari tiga besar ke urutan ketujuh dengan total 27 poin. Meski demikian, Veda masih memimpin klasemen Rookie of The Year, menunjukkan konsistensi sebagai pendatang baru yang patut diperhitungkan.
Berbeda dengan awal musim Veda, tim SIC58 Squadra Corse yang dimiliki oleh Paolo Simoncelli, ayah mendiang pembalap Marco Simoncelli, mengalami rentetan hasil mengecewakan. Tim ini diperkuat oleh dua pembalap rookie, Casey O'Gorman dan Leo Rammerstorfer.
Menurut laporan dari BolaSport, perjalanan tim ini cukup terjal sejak awal Moto3 2026. Hasil-hasil minor dan momen-momen sulit terus membayangi mereka, terutama bagi kedua pembalap yang baru pertama kali berkompetisi di kelas ini.
Pada balapan terakhir di Circuit of The Americas (COTA), Texas, Amerika Serikat, kesempatan emas sempat datang bagi SIC58 Squadra Corse melalui Casey O'Gorman. Pembalap asal Republik Irlandia itu berhasil mengamankan posisi start kedua saat sesi kualifikasi, membuka peluang besar meraih podium.
Namun, O'Gorman gagal memanfaatkan posisi tersebut. Ia kesulitan menjaga peluangnya sejak awal balapan, posisinya terus melorot, dan akhirnya mengalami kecelakaan saat balapan menyisakan tiga lap terakhir dari total 14 lap yang dilombakan.
Sementara itu, rekan setimnya, Leo Rammerstorfer, juga tidak mampu memberikan kontribusi signifikan di seri ketiga Moto3 2026 ini. Pembalap asal Austria tersebut hanya finis di posisi terakhir, yaitu urutan ke-20.
Paolo Simoncelli mengungkapkan kekecewaannya atas hasil yang diraih timnya, khususnya O'Gorman yang gagal tampil maksimal di awal lomba dan kehilangan posisinya. "Casey kehilangan waktu di lap-lap awal karena pertarungan yang tidak perlu dengan rival yang sangat dikenalnya dari masa-masa di CEV," kata Simoncelli. Ia menambahkan bahwa O'Gorman beberapa kali keluar jalur dan akhirnya terjatuh.
Meskipun kecewa, Simoncelli enggan sepenuhnya menyalahkan O'Gorman mengingat usia mudanya. "Tapi saya tidak bisa menyalahkannya, karena masa muda identik dengan antusiasme dan insting," ucap Simoncelli, dilansir BolaSport.com.
Untuk Rammerstorfer, Simoncelli mengakui bahwa pembalapnya sedang dalam situasi yang sulit. Secara keseluruhan, Simoncelli menyatakan bahwa "gambaran keseluruhan menunjukkan tiga kecelakaan dalam dua balapan, finis di posisi kesembilan (O'Gorman di GP Brasil), dan momen sulit bagi Leo. Itu bukan hasil yang kami inginkan."
Kekecewaan ini, menurut Simoncelli, membuatnya frustrasi, namun ia berharap kedua pembalapnya dapat bangkit di seri selanjutnya di Jerez, Spanyol. "Kekecewaan ini membuat frustrasi, tetapi ini mengajarkan kita sesuatu, kami tidak pernah menyukai hal tersebut, tetapi terkadang itu perlu terjadi," imbuhnya.
Perbandingan Pengalaman Veda Ega Pratama dan Hakim Danish di Jerez
Menjelang Moto3 Spanyol 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Jerez pada 24-26 April, perhatian juga tertuju pada rivalitas para rookie. Salah satu pembalap pemula yang menarik perhatian adalah Hakim Danish dari Malaysia, yang juga berlabel rookie.
Hakim Danish menunjukkan nuansa positif setelah berhasil mengamankan 3 poin dari GP Amerika dengan finis di posisi ke-13, padahal ia memulai balapan dari urutan paling belakang. Mentornya, Zulfahmi Khairuddin, berharap Danish bisa tampil lebih kompetitif di balapan berikutnya.
Hakim Danish memiliki rekam jejak yang lebih panjang di Sirkuit Jerez dibandingkan Veda Ega Pratama. Ia memulai kiprah balapnya di Jerez pada ajang European Talent Cup musim 2021. Pada musim 2022, Danish bahkan berhasil meraih podium kedua pada race 1 di ajang tersebut.
Selain European Talent Cup, Danish juga berkompetisi di Red Bull Rookies Cup sejak musim 2023. Dari periode 2023 hingga 2025, ia mengukir tiga podium, semuanya dengan finis di urutan kedua dalam total enam balapan di Jerez. Secara keseluruhan, Danish telah meraih empat podium dari 16 balapan di Jerez dalam berbagai ajang level junior dari tahun 2021 hingga 2025.
Di sisi lain, Veda Ega Pratama baru mengaspal di Sirkuit Jerez sebanyak enam kali dalam ajang JuniorGP dan Red Bull Rookies Cup, dengan meraih satu podium. Pengalaman yang lebih minim ini mungkin menjadi tantangan bagi Veda saat menghadapi Moto3 Spanyol 2026. Maximo Quiles saat ini memimpin klasemen Moto3 2026 dengan 65 poin, diikuti Alvaro Carpe (42 poin) dan Valentin Perrone (38 poin), sementara Veda menempati posisi ketujuh di bawah Adrian Fernandez (29 poin).