Performa apik Veda Ega Pratama terus menunjukkan dampak signifikan terhadap program pengembangan pembalap muda di Indonesia. Hasil yang dicapai Veda memupuk kepercayaan diri lingkungan pembinaan balap motor Tanah Air untuk menciptakan talenta yang mampu bersaing di kancah internasional.
Manajer Motorsport PT Astra Honda Motor (AHM), Johanes Lucky Margo Utomo, menyampaikan bahwa keberhasilan pembalap muda Indonesia tampil kompetitif di ajang global bukan hanya kebetulan. Hal ini merupakan buah dari program pembinaan yang terus disempurnakan. Demikian dilansir dari Bola.
Menurut Johanes, strategi pembinaan pembalap saat ini dirancang dengan pendekatan yang lebih matang. Proses ini mencakup seleksi pembalap hingga penambahan program kompetisi pelengkap untuk meningkatkan pengalaman bertanding para pembalap.
Veda Ega Pratama tetap menjadi pembalap rookie terbaik di Moto3 2026, meskipun sempat mengalami insiden kecelakaan pada balapan di Circuit of the Americas (COTA), Austin, akhir pekan lalu. Pembalap dari Honda Team Asia ini sebelumnya berhasil finis di posisi kelima pada balapan di Sirkuit Buriram, Thailand, dan meraih podium ketiga di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania.
Meskipun tidak memperoleh poin di Moto3 AS, Veda Ega Pratama masih menempati urutan ketujuh klasemen dengan total 27 poin, mempertahankan gelarnya sebagai rookie terbaik di Moto3 2026. Sementara itu, juara Red Bull Rookies Cup 2025, Brian Uriarte, menempati posisi rookie terbaik kedua dengan 23 poin di urutan kesembilan, diikuti Rico Salmela dengan 20 poin di posisi kesepuluh.
Strategi AHM untuk Menyiapkan Rider Lebih Kompetitif
Johanes Lucky menjelaskan bahwa proses awal pembinaan dimulai dengan seleksi pembalap berdasarkan prestasi sebelumnya. Para rider kemudian diberikan tantangan khusus dalam program pengembangan untuk terus meningkatkan mental dan kemampuan mereka.
AHM juga menambahkan program kompetisi di luar ajang utama yang diikuti para pembalap terpilih. Penambahan program ini bertujuan agar para pembalap dapat mengumpulkan lebih banyak jam terbang, data balapan, dan pengalaman teknis yang krusial untuk bersaing di kejuaraan dunia.
“Untuk kejuaraan tahun ini, kami mulai dari pemilihan rider dengan melihat pencapaian sebelumnya. Setelah itu kami memberikan tantangan dalam program pembinaan. Itu menjadi salah satu strategi kami untuk mengembangkan rider agar bisa mendapatkan pembalap yang kompetitif,” kata Johanes Lucky.
Pola Latihan Lebih Terstruktur dan Pemanfaatan Sirkuit Internasional
Selain strategi kompetisi, AHM juga melakukan perubahan pada pola pelatihan. Johanes Lucky menyatakan bahwa pendekatan latihan tahun ini dibuat lebih terstruktur dibandingkan sebelumnya, guna memastikan perkembangan pembalap dapat diukur dan maksimal.
Dengan struktur latihan yang lebih jelas, tim pelatih dapat memantau perkembangan rider secara mendetail, termasuk kemampuan teknis, fisik, dan adaptasi balap mereka. Perubahan ini juga merupakan peningkatan dari sistem yang telah dijalankan sebelumnya.
Meski fasilitas sirkuit di Indonesia masih terbatas, AHM tetap berupaya memaksimalkan berbagai tempat latihan, termasuk lintasan di luar negeri. Sepang menjadi salah satu lokasi latihan penting karena letaknya yang relatif dekat dan sering digunakan oleh pembalap internasional.
“Yang paling dekat tentu Sepang. Selain itu para rider dibina di berbagai tempat agar siap berkompetisi di seluruh dunia karena persaingannya juga semakin ketat,” ujar Johanes Lucky. Untuk latihan rutin, tim juga memanfaatkan beberapa sirkuit lokal seperti di Boyolali dan Sirkuit Mandalika.
Veda Ega Bertekad Bangkit di Moto3 Jerez
Pencapaian Veda Ega Pratama menjadi salah satu sorotan utama di antara para pembalap muda yang sedang berkembang. Penampilan kompetitifnya memberikan dampak psikologis positif bagi tim dan pembalap lainnya. Johanes Lucky menilai bahwa keberhasilan Veda membuktikan potensi besar pembalap Indonesia untuk bersaing di level tertinggi balap motor dunia.
“Efeknya lebih ke psikis. Ketika melihat Veda, ada juga Mario, rider Indonesia bisa sampai di level itu, seharusnya membuat kami lebih percaya diri. Artinya kita punya potensi, tinggal bagaimana programnya bisa mengembangkan potensi itu supaya maksimal,” jelasnya.
Veda Ega Pratama bertekad untuk bangkit pada balapan Moto3 2026 yang akan berlangsung di Circuito de Jerez, Spanyol, pada 24-26 April 2026. Meskipun kecewa dengan kecelakaan di COTA, ia menganggapnya sebagai bagian dari pembelajaran.
“Saya akan mengambil ini sebagai pelajaran penting dan kembali lebih kuat di Jerez,” ungkap Veda Ega Pratama, menyoroti semangatnya untuk meraih hasil yang lebih baik di balapan selanjutnya.
Klasemen Sementara Moto3 2026
Saat ini, Maximo Quiles dari CFMoto Aspar Team memimpin klasemen Moto3 2026 dengan 65 poin. Di posisi kedua, Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo mengumpulkan 42 poin, diikuti Valentin Perrone dari Red Bull KTM Tech3 dengan 38 poin. Guido Pini dari Leopard Racing mencatat 36 poin, sedangkan Marco Morelli dari CFMoto Aspar Team meraih 32 poin.
Adrian Fernandez dari Leopard Racing mencatatkan 29 poin, diikuti Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia yang mengumpulkan 27 poin. David Almansa dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP berhasil meraih 25 poin, sementara Brian Uriarte dari Red Bull KTM Ajo menambah 22 poin. Rico Salmela dari Red Bull KTM Tech3 menyelesaikan daftar ini dengan 19 poin.