Verstappen Gunakan Trik Baru di Tes F1 Bahrain 2026

Max Verstappen mencoba teknik penurunan gigi tak lazim di tes Formula 1 Bahrain 2026 untuk memaksimalkan pengisian baterai mobilnya.

Max Verstappen mencuri perhatian di hari pertama tes Formula 1 2026 di Bahrain dengan teknik tak biasa. Ia berupaya menaklukkan regulasi baru musim ini.

Tes pramusim resmi F1 2026 telah dimulai di Bahrain. Lando Norris mencatatkan waktu tercepat, 1 menit 34,669 detik, diikuti Verstappen dengan 1 menit 34,798 detik, dan Charles Leclerc 1 menit 35,190 detik.

Musim ini hadir dengan perubahan regulasi radikal. Mobil F1 dirancang lebih kecil, ringan, dan lincah, yang diharapkan menghadirkan pertarungan lebih ketat. Sektor mesin juga berubah signifikan, dengan ketergantungan lebih besar pada daya baterai. Pembalap harus cermat mengerem untuk mengisi ulang tenaga listrik.

Dalam konteks tersebut, Verstappen terlihat mencoba pendekatan berbeda. The Race melaporkan ia menggunakan "teknik penurunan gigi yang tidak lazim" untuk mendongkrak putaran mesin (revs), yang membantu pengisian ulang baterai lebih cepat.

Verstappen menurunkan gigi hingga ke gigi satu di tikungan yang biasanya dilalui dengan gigi dua, seperti Tikungan 10 di Sirkuit Bahrain. Langkah ini memicu lonjakan besar pada putaran mesin dan ia melakukannya secara konsisten.

Sementara itu, bos Mercedes, Toto Wolff, menilai mesin Red Bull menjadi patokan. Ia mengklaim keunggulan Red Bull terlihat dalam pemanfaatan energi di lintasan lurus. "Mereka mampu mengeluarkan energi jauh lebih besar di lintasan lurus dibandingkan siapa pun. Selisihnya bisa satu detik dalam beberapa lap beruntun," ujar Wolff.

Wolff menambahkan, untuk hari pertama pengujian, Red Bull telah menetapkan tolok ukur.

Recommended