Wabah Virus Andes Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik

Wabah virus Andes di kapal pesiar MV Hondius akibatkan tiga kematian dan memicu pelacakan kontak internasional setelah puluhan penumpang turun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi temuan wabah virus Andes yang menjangkiti kapal pesiar MV Hondius pada awal Mei 2026 setelah satu penumpang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya sempat turun di Saint Helena sebelum peringatan resmi dikeluarkan.

Sebanyak delapan kasus telah teridentifikasi terkait insiden ini, dengan total tiga korban jiwa yang tercatat hingga saat ini. Tiga pasien lainnya yang menunjukkan gejala infeksi telah dievakuasi dari kapal pada Rabu waktu setempat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Dilansir dari Detik iNET, otoritas kesehatan lintas negara kini melakukan pelacakan ketat karena 23 penumpang telah kembali ke negara asal seperti Amerika Utara, Australia, Taiwan, Inggris, Belanda, dan Swiss sebelum protokol isolasi diterapkan.

WHO mengonfirmasi bahwa patogen yang menyerang adalah virus Andes, sebuah galur hantavirus langka yang memiliki kemampuan transmisi antarmanusia melalui kontak dekat. Penularan ini berbeda dari hantavirus pada umumnya yang menyebar lewat sisa kotoran hewan pengerat.

"Kemungkinan penularan antarmanusia sedang diselidiki," tulis WHO dalam keterangan resminya sebagaimana dikutip dari Detik iNET. Dugaan tersebut diperkuat oleh fakta bahwa petugas tidak menemukan keberadaan tikus di atas kapal berbendera Belanda tersebut.

Identifikasi kasus positif telah ditemukan di Swiss, di mana seorang mantan penumpang MV Hondius sedang menjalani perawatan intensif. Sementara itu, di Inggris, dua warga yang sempat berada di kapal yang sama kini sedang menjalani prosedur isolasi mandiri sebagai langkah pencegahan.

MV Hondius memulai perjalanan dari Ushuaia, Argentina, menuju Antartika pada awal April 2026. Investigasi awal menunjukkan bahwa sumber infeksi kemungkinan berasal dari seorang penumpang yang telah terpapar virus saat berada di wilayah Argentina sebelum keberangkatan.

Saat ini, MV Hondius dilaporkan sedang menuju Spanyol setelah sempat berada di lepas pantai Cape Verde karena mendapat penolakan untuk bersandar di beberapa pelabuhan. Penumpang yang masih bertahan di atas kapal diwajibkan mengikuti protokol higiene ketat dan isolasi mandiri di dalam kabin.

Gejala awal dari infeksi virus ini meliputi demam tinggi, nyeri otot ekstrem, dan gangguan pernapasan akut yang menyerupai flu berat. WHO mengimbau seluruh pihak yang pernah berinteraksi dengan awak atau penumpang MV Hondius untuk segera melaporkan kondisi kesehatan mereka kepada otoritas setempat.

Recommended