Bek Arema FC, Walisson Maia, yang sebelumnya diperkirakan absen hingga BRI Super League 2025/2026 selesai, menunjukkan perkembangan positif yang mengejutkan. Cedera patah tulang fibula yang dialaminya saat melawan Borneo FC pada 26 Februari lalu, kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang lebih cepat dari perkiraan.
Walisson sudah mulai menjalani latihan penguatan di pinggir lapangan. Hal ini terlihat saat sesi latihan Arema pasca Hari Raya Idulfitri, Selasa (24/3/2026). Sebelumnya, ia masih menggunakan alat bantu jalan (kruk).
Pelatih Arema, Marcos Santos, mengungkapkan bahwa Walisson memiliki peluang untuk kembali bermain lebih cepat. "Dia masih ada kesempatan main, karena akan ada pemeriksaan medis kedua dalam waktu dekat. Sepertinya cederanya tidak terlalu parah," kata Marcos.
Tim medis Arema juga mengonfirmasi bahwa Walisson tidak memerlukan operasi untuk memulihkan cederanya. Fisioterapi Arema, Reta Arroyan, menjelaskan, "Ada retak di tulang fibulanya. Dilihat saja nanti seperti apa perkembangannya."
Arema cukup optimistis pemainnya itu dapat kembali lebih cepat dari perkiraan awal yang memperkirakan waktu pemulihan sekitar 3 bulan.
Dampak Absennya Walisson Maia
Sejak Walisson absen, lini belakang Arema terlihat rapuh. Gawang Arema telah kebobolan 6 kali dalam dua pertandingan terakhir. Duet Hansamu Yama dan Julian Guevara belum menunjukkan kekompakan yang solid.
"Kami kebobolan banyak waktu dia cedera. Karena dia pemain yang bagus bersama Hansamu Yama," jelas pelatih Arema, Marcos Santos.
Saat ini, Singo Edan terus berupaya mencari komposisi yang tepat di lini belakang. Selain Hansamu Yama, Julian Guevara dan Betinho Filho masih dalam proses adaptasi. Anwar Rifai juga menjadi opsi, namun belum mendapat kepercayaan penuh dari tim pelatih.