PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengeluarkan peringatan resmi pada Selasa (12/5/2026) terkait maraknya modus penipuan yang mencantumkan nomor layanan Halo BCA palsu di berbagai situs web instansi pemerintah maupun lembaga pendidikan. Langkah ini bertujuan melindungi nasabah dari upaya pengambilalihan data pribadi oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Para pelaku sengaja menyisipkan nomor kontak palsu ke dalam artikel informasi atau pengumuman penting di situs yang memiliki kredibilitas tinggi. Hal tersebut dilakukan untuk meyakinkan calon korban bahwa nomor layanan yang tertera merupakan kanal resmi perusahaan, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Metode penipuan ini bekerja dengan mengarahkan komunikasi korban menuju aplikasi pesan singkat WhatsApp di luar jalur resmi BCA. Setelah terhubung, oknum akan melancarkan aksi penipuan untuk mendapatkan data sensitif nasabah melalui percakapan yang dimanipulasi.
Guna mengantisipasi kerugian, BCA menegaskan bahwa nomor resmi layanan Halo BCA hanya berada pada angka 1500888 tanpa tambahan awalan apa pun. Selain itu, layanan untuk keperluan bisnis dapat diakses melalui Halo BCA Bisnis pada nomor 1500998.
Nasabah juga diminta memverifikasi akun WhatsApp resmi Bank BCA melalui nomor 08111500998. Ciri utama keaslian akun tersebut adalah adanya tanda centang biru (verified) di samping nama kontak atau nomor telepon, bukan di dalam foto profil akun.
Manajemen BCA menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data perbankan dalam segala situasi. Masyarakat dilarang keras memberikan informasi seperti Personal Identification Number (PIN), kode One Time Password (OTP), hingga kata sandi kepada pihak mana pun yang mengaku sebagai perwakilan bank.
Bagi masyarakat yang menemukan situs atau nomor palsu, pelaporan dapat dilakukan secara mandiri melalui menu feedback di mesin pencari. Selain itu, tersedia platform Lapor Bareng BCA untuk mengadukan akun media sosial, iklan, atau situs web yang terindikasi melakukan penipuan atas nama bank tersebut.