Mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, dilaporkan menolak tawaran untuk menangani Timnas Maroko. Kegagalan mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak membuat Xavi memilih fokus mencari tantangan baru di level klub.
Sejak digantikan oleh Hansi Flick sebagai pelatih kepala Barcelona hampir dua tahun lalu, Xavi Hernandez menerima banyak tawaran pekerjaan. Tawaran terbaru datang dalam beberapa hari terakhir.
Setelah meninggalkan Camp Nou, Xavi sempat menolak semua tawaran selama setahun. Ia memilih untuk beristirahat usai 2,5 tahun melatih Barcelona, dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Sejak musim panas 2025, ia kembali terbuka terhadap peluang baru, tetapi belum memiliki klub.
Xavi dikabarkan tertarik untuk melanjutkan karier di Premier League. Saat ini, melatih klub menjadi prioritas utamanya dibandingkan dengan menangani tim nasional. Menurut laporan Cadena SER, Xavi menolak kesempatan untuk menangani tim nasional Maroko.
Federasi Sepak Bola Maroko tengah mencari pengganti Walid Regragui, yang mengundurkan diri setelah Piala Afrika 2025. Xavi menjadi kandidat favorit, namun menolak tawaran tersebut.
Laporan menyebutkan bahwa Xavi dan Federasi Sepak Bola Maroko tidak mencapai kesepakatan terkait susunan staf kepelatihan.
Xavi ingin membawa asisten pelatih, analis, dan pelatih fisik ke tim nasional. Namun, Federasi hanya mengizinkan dirinya datang seorang diri tanpa membawa staf tambahan.
Perbedaan ini membuat Xavi melewatkan kesempatan melatih Maroko. Ia tetap memprioritaskan kembali ke sepak bola level klub, dan kemungkinan tidak akan mengambil pekerjaan baru sebelum musim panas mendatang.