Shuhei Yoshida Sebut Perilisan Game PlayStation di PC Dukung Modal AAA

Mantan bos PlayStation Shuhei Yoshida menilai rilis game di PC bantu balik modal pengembangan game AAA tanpa mengganggu penjualan konsol PS5.

Mantan eksekutif PlayStation, Shuhei Yoshida, menegaskan bahwa strategi membawa game eksklusif ke platform PC merupakan langkah krusial untuk menutup biaya pengembangan game AAA yang semakin membengkak pada wawancara di ajang ALT.Games, Minggu (26/4/2025).

Ekspansi distribusi ke platform di luar konsol ini dinilai tidak mengganggu angka penjualan perangkat keras PlayStation 5. Dilansir dari Medcom, Yoshida menyebut bahwa kekhawatiran mengenai penurunan daya tarik konsol hanya datang dari sebagian kecil kelompok penggemar saja.

Biaya produksi game beranggaran besar atau AAA dilaporkan mengalami kenaikan signifikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hal ini memicu pergeseran kebijakan internal Sony yang sebelumnya sangat ketat dalam menjaga eksklusivitas judul-judul game buatan mereka.

"Merilis game di PC setelah beberapa tahun membantu menutup biaya pengembangan game beranggaran besar dan memungkinkan perusahaan berinvestasi kembali ke proyek baru," kata Shuhei Yoshida, Mantan Eksekutif PlayStation.

Yoshida menjelaskan bahwa pada masa kepemimpinannya di sisi pengembangan, tim pengembang dilarang keras untuk membawa portofolio utama ke platform lain. Namun, model bisnis tersebut kini sulit dipertahankan demi menjaga keberlanjutan produksi game skala besar di masa depan.

Veteran industri dengan pengalaman lebih dari 30 tahun tersebut juga menceritakan transisi kariernya sebelum meninggalkan Sony pada 2025. Ia sempat menjabat sebagai pimpinan Worldwide Studios selama 11 tahun hingga akhirnya digantikan oleh Hermen Hulst pada 2019.

Pergeseran posisi Yoshida ke divisi pendampingan pengembang game indie pada masa itu dipicu oleh adanya perbedaan visi strategis dengan pimpinan PlayStation, termasuk Jim Ryan. Meskipun sempat menjadi pilihan yang sulit, Yoshida mengaku peran tersebut selaras dengan minat pribadinya terhadap ekosistem game independen.

Hingga saat ini, belum ada indikasi bahwa Sony akan kembali ke model eksklusivitas penuh untuk judul-judul game besar mereka. Yoshida berpendapat bahwa mempertahankan investasi besar tanpa pendapatan tambahan dari pasar PC akan menjadi tantangan berat bagi perusahaan di generasi konsol saat ini.

Recommended