Pelatih Lazio, Maurizio Sarri, menyatakan ancaman boikot terhadap pertandingan Derbi della Capitale melawan AS Roma pada pekan ke-37 Serie A yang dijadwalkan berlangsung Minggu, 17 Mei 2026. Protes keras ini disampaikan usai Lazio kalah dari Inter Milan pada final Coppa Italia, Kamis (14/5/2026) dini hari WIB.
Kekecewaan Sarri dipicu oleh keputusan Lega Serie A yang menjadwalkan laga krusial tersebut pada pukul 12.00 waktu setempat atau siang hari. Menurut laporan dari Bola, sang pelatih menilai waktu pertandingan tersebut tidak ideal bagi kondisi fisik para pemainnya.
Penetapan jadwal serentak pada Minggu siang dilakukan penyelenggara untuk menjaga integritas persaingan perebutan tiket Liga Champions. Namun, kebijakan tersebut dipandang Sarri sebagai rentetan kesalahan manajemen kompetisi yang hanya memikirkan kepentingan komersial semata.
"Perasaan saya adalah saya akan memainkan pertandingan pada hari Senin, tetapi jika mereka ingin memainkan derbi pada siang hari di hari Minggu, saya tidak akan datang. Mereka bisa melakukannya sendiri," kata Maurizio Sarri, Pelatih Lazio.
Sarri juga menyoroti adanya bentrokan jadwal antara pertandingan besar sepak bola dengan ajang olahraga lain di Italia. Ia mencontohkan Derbi Turin yang bertepatan dengan final tenis ATP serta Derbi Roma yang dilakukan saat turnamen Italian Open sedang berlangsung.
Lebih lanjut, mantan pelatih Napoli tersebut menekankan dampak finansial yang dipertaruhkan oleh lima tim yang sedang bersaing memperebutkan posisi empat besar. Sarri menyebutkan bahwa masa depan klub-klub tersebut bernilai sekitar 90 juta euro, sehingga memaksa mereka bermain di tengah hari dianggap tidak adil.
Terkait kegagalan timnya di final Coppa Italia, Sarri mengakui adanya kesalahan perhitungan taktik saat menghadapi Inter Milan. Strategi untuk menurunkan tekanan di babak pertama justru berakibat fatal karena gawang Lazio kebobolan dua gol akibat kurangnya organisasi permainan.
Lazio kini terancam kehilangan poin penalti jika benar-benar merealisasikan ancaman mogok bertanding tersebut pada hari Minggu mendatang. Hingga saat ini, pihak otoritas Liga Italia belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuntutan pergeseran jadwal ke hari Senin.