Harapan AC Milan untuk meraih gelar juara Serie A musim ini semakin tipis, sehingga mereka perlu mengalihkan fokus untuk mengamankan posisi *runner-up*. Caranya adalah dengan terus meraih kemenangan di laga sisa, termasuk saat melawan Torino.
Kekalahan 0-1 dari Lazio menjadi pukulan telak bagi ambisi *Rossoneri*. Padahal, kemenangan di laga derby sebelumnya sempat membuka peluang mengejar Inter Milan.
Setelah Inter Milan bermain imbang 1-1 melawan Atalanta, Milan memiliki kans untuk mendekat. Sayangnya, mereka justru kalah saat bertandang ke markas Lazio dengan skor 0-1. Gol tunggal Lazio dicetak oleh Gustav Isaksen pada menit ke-26.
Kekalahan tersebut menjadi kekalahan tandang pertama Milan di Serie A musim ini, dan mengingatkan luka lama saat tersingkir dari Coppa Italia oleh Lazio di stadion yang sama.
Performa Milan mulai goyah dengan dua kekalahan dalam empat pertandingan terakhir. Akibatnya, persaingan posisi kedua semakin panas karena Napoli terus mendekat. AC Milan kini mengumpulkan 60 poin, unggul satu angka atas Napoli dan tertinggal delapan poin dari Inter Milan.
Oleh karena itu, *Rossoneri* wajib menghindari kekalahan beruntun di liga untuk pertama kalinya dalam 12 bulan terakhir, sekaligus menjaga asa finis di urutan kedua.
Secara historis, Milan memiliki keunggulan saat menghadapi Torino di San Siro. Kekalahan terakhir AC Milan dari Torino di kasta tertinggi terjadi pada 1985. Sejak saat itu, Torino sudah 29 kali mencoba mencuri kemenangan di kota mode, tetapi gagal dan menelan 20 kekalahan.
Pada pertemuan terakhir di Turin, Desember lalu, Torino sempat unggul dua gol lebih dulu. Namun, mereka akhirnya mengakui keunggulan Milan dengan skor 2-3.
Performa Tandang Jadi Masalah Besar
Musim ini, hampir setengah pertandingan liga Torino berakhir dengan kekalahan. Mereka juga memiliki catatan pertahanan terburuk kedua di Serie A serta hanya meraih satu poin dari lima laga tandang terakhir.
Meski demikian, kedatangan pelatih interim Roberto D'Aversa mulai membawa dampak positif. Torino menang 4-1 atas Parma berkat tiga gol di babak kedua, yang membantu mereka menjauh dari zona degradasi.
D’Aversa ditugaskan menjaga Torino tetap bertahan di kasta tertinggi. Mereka menghuni peringkat ke-14 dengan 33 poin, unggul sembilan angka atas Cremonese di zona degradasi. Sejauh ini, D'Aversa mampu membawa Torino mengumpulkan enam poin dari tiga pertandingan. Namun, memperbaiki performa tandang yang buruk masih menjadi tantangan berat.
Dalam lima laga tandang terakhir di semua kompetisi, Torino kebobolan 15 gol, statistik yang membuat kunjungan ke markas Milan terasa menegangkan.
Prediksi Pertandingan
Milan memang mulai kehilangan konsistensi, tetapi mereka tetap difavoritkan kembali ke jalur kemenangan saat menghadapi lawan yang kesulitan tampil baik pada laga tandang.
Torino hanya mampu menang tiga kali di luar kandang sepanjang musim dan terus menunjukkan rapuhnya lini belakang saat bermain jauh dari publik sendiri.
Prediksi skor:
- AC Milan 1-0 Torino
Perkiraan Susunan Pemain
AC Milan (3-5-2): Mike Maignan; Fikayo Tomori, Koni De Winter, Strahinja Pavlovic; Alexis Saelemaekers, Samuele Ricci, Luka Modric, Adrien Rabiot, Davide Bartesaghi; Christian Pulisic, Rafael Leao.
Torino (3-4-1-2): Alberto Paleari; Saul Coco, Ardian Ismajli, Enzo Ebosse; Marcus Holmgren Pedersen, Matteo Prati, Gvidas Gineitis, Rafael Obrador; Nikola Vlasic; Giovanni Simeone, Che Adams.