Jurrien Timber Ungkap Kegelisahan Suporter Pengaruhi Arsenal

Bek Arsenal, Jurrien Timber, mengakui kegelisahan suporter di Emirates Stadium memengaruhi performa tim dalam perburuan gelar juara.

Bek Arsenal, Jurrien Timber, menyatakan bahwa kegelisahan yang dirasakan suporter di Emirates Stadium turut memengaruhi performa tim. Pengakuan ini muncul di tengah persaingan ketat dalam perburuan gelar Premier League.

Menurut Timber, penting bagi skuad Arsenal untuk belajar mengelola tekanan dan ekspektasi dari para pendukung agar dapat mengakhiri penantian gelar liga yang telah berlangsung sejak 2004.

Situasi tersebut terasa jelas saat pertandingan melawan Chelsea. Timber bahkan sempat meminta para suporter untuk tetap tenang ketika skor menunjukkan imbang 1-1. Tak lama berselang, ia berhasil mencetak gol penentu kemenangan.

Timber mengungkapkan, pentingnya bagi tim untuk menyadari dan mendiskusikan hal ini demi menemukan solusi yang tepat. "Tentu saja Anda merasakannya, terutama di akhir pertandingan," kata Timber.

Ia menambahkan, tim sempat kehilangan fokus dan ritme permainan, terutama saat Chelsea meningkatkan tekanan untuk menyamakan kedudukan. Statistik mencatat, Arsenal hanya mampu menyelesaikan tujuh umpan dalam lima menit terakhir waktu normal dan enam menit tambahan.

"Saya pikir kami sempat berhenti bermain sedikit, yang sebenarnya tidak perlu, terutama saat unggul jumlah pemain. Itu sesuatu yang harus kami perbaiki dan bicarakan karena sudah terjadi beberapa kali musim ini. Hal-hal seperti ini memang terjadi, apalagi melawan tim bagus seperti Chelsea. Jadi, ini pasti sesuatu yang harus kami diskusikan," lanjutnya.

Arsenal akan menghadapi Brighton & Hove Albion pada Kamis (5-3-2026) dini hari WIB. Saat ini, mereka unggul lima poin atas Manchester City di puncak klasemen, meskipun telah memainkan satu pertandingan lebih banyak.

Timber, yang pernah merasakan gelar liga bersama Ajax, merasa bahwa pengalamannya tersebut tidak serta merta membuatnya pantas untuk memberikan nasihat khusus kepada rekan-rekannya di Arsenal. "Sulit karena Anda tidak ingin bertindak seolah-olah Anda yang paling tahu atau paling bijaksana," ujarnya.

"Pada saat yang sama, situasinya sangat berbeda. Setiap musim berbeda, dan Premier League juga sangat berbeda dibanding liga Belanda," imbuhnya. Ia hanya mencoba mengambil pelajaran dari pengalamannya sendiri, menyadari betapa pentingnya pertandingan-pertandingan terakhir ini.

Recommended