Ajang lari Coast to Coast Night Trail Ultra akan kembali diadakan, menjanjikan pengalaman unik bagi para peserta. Event ini dijadwalkan berlangsung pada 14-15 Februari 2026 di Pesisir Pantai Selatan Bantul.
Komunitas Trail Runners Yogyakarta menjadi penggagas acara ini. Diperkirakan sebanyak 5.800 peserta dari 23 negara akan turut serta, termasuk pelari dari Russia, Australia, China, Jepang, Thailand, Filipina, Vietnam, Belarusia, dan Kolombia, serta negara lainnya.
Roostian Gamananda, Race Director Coast to Coast Night Trail Ultra, menyampaikan dalam konferensi pers bahwa jumlah pelari tahun ini meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang hanya 3.000 pelari. "Tahun ini ada 5.800 pelari, di mana penyelenggaraan sebelumnya kita ada 3.000 pelari. Bahkan kami pun secara kepanitiaan total kita ada 850 orang panitia yang bakal servis teman-teman pelari. Jadi kami konsepkan untuk keselamatan pun kami care banget," ujar Roostian.
Para pelari akan diajak untuk menempuh rute pesisir pantai pada malam hari dengan jarak ultra (lebih dari 42 km). Coast to Coast Night Trail Ultra membuka enam kategori perlombaan, yaitu 7K cross country, 15K, 30K, 50K, 80K, 100K relay of 4, dan 100K full course.
Kategori 7K dan 15K dikhususkan bagi pelari jalan raya yang ingin mencoba jarak pendek atau pemula. Laguna View Depok akan kembali menjadi venue pada tahun ini.
Memasuki tahun ke-10, Coast to Coast Night Trail Ultra tetap mengusung konsep community gathering, menjadi wadah berkumpulnya komunitas pelari trail sebagai lomba pembuka awal tahun 2026.
Roostian Gamananda menambahkan, "Improvisasi selalu kami lakukan dari tahun ke tahun, artinya kami selalu belajar. Jadi kami membuat event lari, kami pun masih berlari. Semua pelari itu kan tujuannya sehat dan bahagia, finish happy pulang ke rumah."
Rute Lari
Rute lari akan melewati sejumlah spot wisata, antara lain Pantai Depok, Pantai Pelangi, Pantai Cemara Sewu, Pantai Parangtritis, Goa Cemara, Goa Jepang, Goa Cermai, hingga Gumuk Pasir.
Selain menawarkan rute yang berbeda, acara ini juga bertujuan untuk mendatangkan wisatawan melalui sport tourism dan mengenalkan produk dari UMKM komunitas lokal.
Harfiansa Bimatara, Direktur Pemasaran Pariwisata BPOB, mengatakan bahwa pariwisata adalah bisnis hospitality dan Yogyakarta mewakili nilai budaya yang sesuai dengan pariwisata. Keindahan alam juga menjadi daya tarik utama.
Menurutnya, trail run menjadi salah satu cabang olahraga yang digemari masyarakat, yang menghubungkan keindahan alam dan aktivitas olahraga.