Balita Neanderthal Tumbuh Lebih Cepat untuk Bertahan di Iklim Ekstrem

Penelitian terbaru pada fosil Amud 7 menunjukkan balita Neanderthal memiliki pola pertumbuhan tubuh yang lebih cepat dibandingkan manusia modern.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology pada April 2026 mengungkapkan bahwa balita Neanderthal memiliki laju pertumbuhan tubuh yang jauh lebih cepat dibandingkan manusia modern. Fenomena ini diidentifikasi sebagai strategi evolusioner untuk bertahan hidup di lingkungan dengan iklim ekstrem.

Analisis terhadap fosil tulang Neanderthal muda bernama Amud 7 yang ditemukan di Gua Amud, Israel, menjadi dasar temuan ini. Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, spesies ini diperkirakan hidup di wilayah tersebut antara 51.000 hingga 56.000 tahun yang lalu.

Para peneliti menemukan ketidaksamaan antara perkembangan gigi dan tulang pada spesimen tersebut. Meskipun gigi seri bawah Amud 7 menunjukkan usia sekitar 6 bulan, perkembangan struktur tulang-belulangnya justru setara dengan balita manusia modern yang telah berusia 14 bulan.

Laju perkembangan yang pesat ini terutama terjadi pada fase bayi hingga masa kanak-kanak awal, yakni antara usia 1 sampai 6 tahun. Pada periode ini, tubuh anak Neanderthal tumbuh secara signifikan melampaui kecepatan perkembangan gigi mereka.

"Hasil penelitian ini mengindikasikan pola pertumbuhan bayi Neanderthal kemungkinan berbeda dengan H. sapiens," tulis tim peneliti dalam laporan tersebut. Perbedaan ini mencolok pada ukuran tengkorak yang jauh lebih besar sejak lahir dibandingkan dengan bayi manusia modern.

Data dari lebih dari 100 fragmen tulang, termasuk bagian tengkorak, dada, lengan, dan tungkai, mengonfirmasi anatomi khas Neanderthal pada usia sangat muda. Fosil Amud 7 sendiri awalnya ditemukan tersimpan di ceruk dinding gua dengan rahang rusa merah di atasnya.

"Ini mengindikasikan adanya strategi evolusioner yang mengutamakan percepatan perkembangan pada tahun-tahun awal kehidupan. Hal tersebut kemungkinan besar memberikan keuntungan bagi mereka untuk bertahan hidup di lingkungan ekstrem," papar para peneliti melalui laporan Live Science.

Meskipun tumbuh pesat di awal, pola perkembangan Neanderthal akan mulai merata dan menyerupai manusia modern saat memasuki fase pertengahan masa kanak-kanak. Hal ini membuktikan adanya jalur evolusi yang berbeda sejak kedua spesies berpisah dari nenek moyang yang sama sekitar 600.000 tahun lalu.

Recommended