Ajax Amsterdam, yang diperkuat kiper Timnas Indonesia Maarten Paes, sedang mempersiapkan diri secara serius menjelang pertandingan tandang pada pekan ke-30 Eredivisie musim 2025/2026. Tim asal ibu kota Belanda ini dijadwalkan akan bertandang ke markas Heracles Almelo di Stadion Asito pada Minggu, 12 April 2026 dini hari WIB.
Kemenangan menjadi target utama bagi Ajax untuk mempertahankan asa mereka merebut tiket Liga Champions di akhir musim. Sebelumnya, tim asuhan Oscar Garcia ini baru saja menelan kekalahan 1-2 di kandang sendiri saat menghadapi FC Twente.
Kekalahan tersebut sangat merugikan Ajax yang tengah berupaya lolos otomatis ke Liga Champions. Saat ini, mereka masih berada di posisi kelima klasemen sementara dengan raihan 48 poin.
Dikutip dari Bola, Ajax tertinggal enam poin dari Feyenoord yang menempati urutan kedua, serta berjarak lima angka dari NEC Nijmegen di posisi ketiga. Kedua posisi tersebut merupakan zona tiket Kualifikasi Liga Champions.
Oleh karena itu, Ajax memiliki opsi untuk menyapu bersih lima pertandingan sisa di Eredivisie musim ini dengan kemenangan, sembari berharap para pesaingnya mengalami hasil yang tidak menguntungkan.
Laman resmi Ajax melaporkan bahwa para pemain menjalani sesi latihan yang sangat padat sepanjang Kamis, 9 April 2026. Latihan keras ini merupakan upaya Ajax untuk meraih poin penuh saat bertandang ke markas Heracles Almelo.
Tim tidak boleh kembali terpeleset mengingat performa mereka belum sepenuhnya konsisten. Ajax baru mencatatkan satu kemenangan dalam enam pertandingan terakhirnya, dengan tiga hasil imbang dan dua kekalahan.
“Hari Kamis yang sibuk di lapangan latihan bagi tim senior. Dua hari sebelum pertandingan tandang melawan Heracles Almelo, para pemain Ajax di bawah asuhan pelatih Oscar García bekerja keras dalam kondisi seperti musim semi, keringat berkilauan di dahi mereka,” demikian keterangan dari pihak klub.
Pihak klub juga menambahkan, “Akan menjadi kesempatan untuk penebusan setelah kekalahan 1-2 melawan FC Twente pekan lalu.”
Maarten Paes Jadi Sorotan Pundit
Sementara itu, kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, terus menjadi bahan perbincangan para pengamat sepak bola Belanda. Performa Paes bersama Ajax di Eredivisie 2025/2026 kerap menjadi sasaran kritik dan olok-olok.
Sejak didatangkan dari FC Dallas pada Februari lalu, Maarten Paes telah bermain dalam enam pertandingan bersama Ajax. Penjaga gawang berusia 27 tahun itu mencatatkan tujuh kali kebobolan, dua clean sheet, dan rata-rata rating 6,94 per laga.
Paes mendapat kesempatan menjadi kiper utama Ajax setelah Vitezslav Jaros mengalami cedera panjang. Penampilannya yang mengundang perhatian dari mantan pesepak bola Belanda, Rene van der Gijp dan Wim Kieft, sempat menjadi bahan tertawaan dalam sebuah podcast.
Dalam pemberitaan yang dilansir dari Bola, Kieft mengkritik penampilan Paes yang dianggap tidak mampu memanfaatkan postur tingginya dengan baik. “Dia tinggi, tapi dia tidak bisa menjaga gawang. Dia sama sekali bukan kiper,” ujar Kieft sinis.
Terlepas dari kritik yang diterimanya di klub, Maarten Paes adalah kiper andalan Timnas Indonesia. Ia mendapatkan paspor Indonesia pada 30 April 2024 melalui jalur keturunan neneknya yang lahir di Kediri, Jawa Timur.
Paes telah mencatatkan 11 penampilan bersama Timnas Indonesia sejak debutnya pada 5 September 2024. Penampilan terbarunya adalah saat membawa Timnas Indonesia mengalahkan St. Kitts and Nevis 4-0 di ajang FIFA Matchday pada 27 Maret lalu di Jakarta.
Peluang dan Perbandingan Kekuatan Tim
Di atas kertas, Ajax memiliki keunggulan atas Heracles. Meskipun berstatus tim tamu, Ajax unggul dalam hal pengalaman dan komposisi pemain.
Tim yang masih berpeluang meraih posisi kedua klasemen akhir ini diisi oleh pemain-pemain berbakat seperti Maarten Paes, Josip Sutalo, Steven Berghuis, Mika Godts, hingga striker senior Wout Weghorst.
Di sisi lain, Heracles Almelo sedang terpuruk musim ini dan masih berada di dasar klasemen Eredivisie dengan 19 poin. Tiga kekalahan lagi akan memastikan Heracles turun kasta musim depan.
“Bagi Ajax, ini adalah minggu-minggu terakhir yang menentukan dan karenanya menegangkan di papan atas Eredivisie. Hal yang sama berlaku untuk Heracles, yang berada di posisi terbawah klasemen,” tulis Ajax.
Klub berjuluk de Godenzonen ini menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa “Hanya ada satu obat yakni kerja keras. Akan terlihat hasilnya nanti.”