Aksi Penonton Cabut Monitor VAR Tunda Keputusan Penalti

Seorang penonton mencabut monitor VAR saat laga Bundesliga 2, menunda keputusan penalti penting.

Sebuah insiden unik terjadi di pertandingan Bundesliga 2 antara Preussen Munster dan Hertha Berlin ketika seorang penonton mencabut monitor VAR. Akibatnya, peninjauan keputusan penalti jadi tertunda.

Klub Preussen Munster menjelaskan bahwa sistem VAR seharusnya digunakan untuk meninjau potensi pelanggaran di babak pertama. Namun, seorang penonton bertopeng memasuki lapangan dan mencabut peralatan teknis tersebut.

"Wasit tidak dapat meninjau insiden tersebut menggunakan monitor VAR di stadion karena seorang penonton bertopeng dari bagian pendukung aktif secara ilegal memasuki lapangan dan mencabut peralatan teknis," ujar sang klub, dikutip detikINET dari Sky News, Jumat (13/3/2026).

Keputusan penalti akhirnya ditentukan oleh wasit video Katrin Rafalski dari ruang VAR di Cologne. Klub menyesalkan kejadian ini dan berjanji mengidentifikasi serta menyeret pelaku ke pengadilan.

Klub juga telah mengambil langkah-langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang. Investigasi awal menunjukkan bahwa aksi ini direncanakan. Spanduk bertuliskan 'cabut VAR' sempat terlihat di antara pendukung tuan rumah.

Faktanya, foto-foto pertandingan menunjukkan suporter tuan rumah membentangkan spanduk bertuliskan 'cabut VAR'.

Hertha Berlin berhasil mencetak gol dari titik penalti dan memenangkan pertandingan dengan skor 1-2 melalui gol di perpanjangan waktu.

Penggunaan VAR di Premier League dimulai pada 2019 dan awalnya diapresiasi karena kekhawatiran kinerja wasit. Namun, VAR kemudian menjadi sumber kontroversi. Pada 2024, kepala petugas sepak bola liga mengakui bahwa proses pengambilan keputusan terlalu lambat dan mengurangi kesenangan bagi para pendukung.

Menurut situs web Premier League, VAR digunakan untuk kesalahan yang jelas dan nyata atau 'insiden serius yang terlewatkan'. Ini mencakup insiden terkait gol, keputusan penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identifikasi.

Recommended