Winger Persija Jakarta, Allano Lima, mengungkapkan kekecewaannya setelah menjadi pemain yang paling sering menerima kartu kuning di BRI Super League 2025/2026.
Dari 20 penampilannya, Allano telah mengoleksi sebelas kartu kuning. Padahal, ia lebih sering bermain menyerang daripada bertahan. Beberapa kartu kuning didapatkannya karena emosi yang kurang terkendali, seperti melanggar lawan dengan sengaja atau berdebat dengan wasit.
"Saya bukan orang suci. Saya manusia biasa," tulis Allano di akun Instagramnya, @allanolima07, Rabu (25-2-2026).
Pesepak bola kelahiran Rio de Janeiro, Brasil, pada 24 April 1995, ini merasa bahwa situasi ini telah membentuk stereotipe terhadap dirinya di lapangan.
"Apa yang berulang kali terjadi adalah sesuatu yang sangat menakutkan bagi saya. Apa pun yang saya lakukan, saya dihukum dengan kartu kuning," tutur Allano.
"Saya sudah menjadi profesional selama lebih dari sepuluh tahun dan di mana pun saya bermain, saya tidak pernah dihukum sebanyak seperti sekarang."
Menurutnya, hal ini sangat membuatnya frustrasi. Ia mengaku telah bekerja keras untuk menikmati setiap pertandingan. Bahkan, ketika dirinya dilanggar, justru ia yang mendapat kartu.
Allano merasa resah karena mengklaim diperlakukan tidak adil di lapangan bukan karena tindakannya, melainkan karena identitasnya.
"Mungkin jika kulit saya berwarna putih, saya tidak akan diperlakukan seperti ini. Saya tidak menyerang siapa pun hingga pantas menerima begitu banyak kartu yang tidak perlu," kata Allano.
Ia menambahkan bahwa segalanya sudah di luar kendalinya. Allano merasa tidak bisa mengekspresikan diri tanpa mendapat kartu. Padahal, ia seharusnya bisa merayakan kemenangan besar melawan tim besar.
Sulit Sebagai Orang Berkulit Hitam
Allano menilai situasi yang menimpanya pada musim ini bukan sekadar kejadian di atas lapangan, melainkan gambaran tantangan yang lebih berat bagi pemain berkulit hitam.
"Bagi orang kulit hitam, segalanya lebih sulit, dan itu nyata," kata Allano.
Dirinya akan terus berjuang setiap hari dan memohon kepada Tuhan agar suatu hari nanti keadaan berubah. Karena menurutnya, sepak bola semakin hari terasa semakin rusak. Ia bersyukur kepada Tuhan atas tiga poin yang diraih timnya.
"Dan saya akan terus mengikuti jalan kami sampai akhir," paparnya.
Catatan Disiplin
Sebenarnya, catatan disiplin Allano menunjukkan bahwa sebelum bermain di Persija musim ini, pemain berusia 30 tahun itu memang telah menjadi langganan kartu.
Transfermarkt mencatat bahwa sepanjang kariernya, Allano telah mengantongi 88 kartu kuning dari 325 pertandingan di berbagai kejuaraan, termasuk sebelas pada musim ini.
Ia pernah mengoleksi sepuluh kartu kuning dalam semusim ketika masih membela GD Estoril Praia di Liga Portugal pada 2017/2018. Selain itu, ia mengoleksi delapan kartu kuning dari 31 laga saat memperkuat Bursaspor di Liga Turki pada 2018/2019.