Masa depan kursi kepelatihan Real Madrid menjadi perbincangan hangat setelah Alvaro Arbeloa memberikan sinyal dukungan atas kembalinya Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu saat berbicara kepada wartawan di Madrid pada Sabtu waktu setempat.
Arbeloa menyadari posisinya sebagai pelatih sedang tidak aman dan menyatakan tidak keberatan jika posisinya digantikan oleh pria asal Portugal tersebut pada musim depan, sebagaimana dilansir dari Bola.
"Kalau dia yang akan berada di sini musim depan, saya akan senang melihatnya pulang ke rumah," ujar Arbeloa.
Mantan bek Real Madrid tersebut tercatat pernah bermain di bawah kepelatihan Mourinho pada periode 2010 hingga 2013, sebuah masa yang dinilai penuh dinamika meskipun berhasil meraih gelar Liga Spanyol dan Copa del Rey.
"Bagi saya sebagai pemain, dan terlebih lagi sebagai pendukung Madrid, saya merasa dan perceive dia adalah nomor satu," kata Arbeloa.
Media olahraga di Madrid saat ini santer memberitakan Mourinho sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Arbeloa yang sejak awal dipandang sebagai pelatih sementara setelah menggantikan Xabi Alonso.
Kondisi internal Real Madrid sendiri sedang memanas setelah dipastikan tanpa gelar utama musim ini dan baru saja dikalahkan oleh Barcelona dalam perebutan juara liga, ditambah adanya konflik internal antarpemain.
Penyerang Prancis Kylian Mbappe dilaporkan sempat mengkritik Arbeloa terkait menit bermain, sementara Presiden Klub Florentino Perez justru mempercepat pemilihan presiden di tengah tekanan media.
Karakter keras Mourinho dinilai cocok oleh manajemen untuk membenahi ruang ganti Real Madrid, meskipun sang pelatih saat ini masih mempertimbangkan tawaran perpanjangan kontrak dari Benfica menjelang akhir pekan ini.
Real Madrid kini menyisakan dua pertandingan di Liga Spanyol dengan agenda bertandang ke markas Sevilla sebelum menutup musim melawan Athletic Bilbao pada Minggu (24-5-2026).