Indonesia memastikan dua wakilnya berlaga di final Indonesia Masters 2026. Alwi Farhan di sektor tunggal putra dan pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di ganda putra berhasil mengamankan tempat di partai puncak.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menunjukkan performa solid saat mengalahkan rekan senegaranya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, yang juga merupakan unggulan kelima. Dalam pertandingan semifinal yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (24/01/2026), Raymond/Joaquin menang dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-14.
Sementara itu, Alwi Farhan melaju ke final setelah menundukkan Chi Yu Jen (Chinese Taipei) juga dengan dua gim langsung, 21-11, 21-12.
Seusai kemenangannya, Alwi menyampaikan apresiasi kepada para pendukung yang hadir di Istora. "Saya membuktikan kepada diri saya kalau sebenarnya saya masih mampu. Mungkin kondisi saya tidak seratus persen tapi tekad saya, kemauan saya, ambisi saya masih lebih dari seratus persen. Ya, saya masih punya satu tugas lagi untuk besok," kata Alwi.
Alwi juga menambahkan, “Terima kasih buat masyarakat yang tadi sudah datang. Ada drum-nya, ada anak kecilnya, ada orang tuanya, ada ibu-ibu, kakek-kakek, nenek-nenek semuanya, thank you. Mungkin kata makasih saja enggak cukup. Jangan lupa dukung dan doakan tim Indonesia khususnya buat hari ini dan besok.”
Indonesia Masters 2026 diselenggarakan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, dari 20–25 Januari 2026, sebagai bagian dari BWF World Tour Super 500. Turnamen ini memperebutkan total hadiah US$500 ribu dan diikuti oleh 274 pebulu tangkis dari 21 negara, termasuk pemain-pemain top dunia.
Selain dua wakil yang berhasil melaju ke final, tiga wakil Indonesia lainnya harus terhenti di babak semifinal. Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu dikalahkan oleh wakil Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, dengan skor 15-21, 9-21.
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum juga harus mengakui keunggulan pasangan Jepang, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi, setelah bertarung tiga gim dengan skor 12-21, 21-19, 13-21.
Febi mengungkapkan, "Tadi mungkin fokusnya agak blank, jadi banyak mati sendiri, terus juga pengin buru-buru dapet poin. Mungkin awal-awal cukup tegang juga, ada pressure tapi dukungan supporter sangat membantu.”
Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu juga harus mengakui keunggulan Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark) setelah melalui pertandingan tiga gim yang ketat dengan skor 22-20, 19-21, 17-21.
Felisha mengatakan, "Kesempatannya ada, tetapi kami gagal memanfaatkannya. Di gim kedua juga kami banyak tertekan. Kondisi lapangan membuat kami tidak nyaman dan memang kami tidak bisa keluar dari tekanan. Selain itu, ada beberapa kendala teknis.”