Kekalahan Liverpool 0-2 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 di Parc des Princes, Kamis (09/04/2026) dini hari WIB, menyisakan banyak pertanyaan, khususnya terkait strategi yang diterapkan manajer Arne Slot. Keputusan Slot untuk mencadangkan Mohamed Salah dan penggunaan lima bek menjadi sorotan utama, memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk mantan pemain.
Seperti dilansir dari Bola.com, strategi Liverpool dianggap goyah karena tampil dengan lima pemain belakang, namun tetap gagal membendung serangan PSG. Beruntung, PSG hanya mampu mencetak dua gol melalui Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia. Tak hanya itu, lini serang Liverpool juga terlihat tumpul, terbukti tidak ada satu pun tembakan tepat sasaran yang tercipta sepanjang pertandingan.
Mantan kiper Timnas Inggris, Paul Robinson, yang hadir sebagai analis BBC di Parc des Princes, mengkritik keras pendekatan Arne Slot. Robinson menilai, tim sekelas Liverpool yang bermain dengan lima pemain bertahan adalah tanda bahwa tim tersebut sedang tidak stabil dan terkesan gentar menghadapi kekuatan PSG.
“Liverpool adalah tim yang sedang goyah, itulah sebabnya mereka bermain dengan lima pemain bertahan,” ungkap Paul Robinson. Ia menambahkan, “Begitu mereka bermain dengan lima pemain bertahan, itu mengirimkan sinyal yang salah bagi saya. Itu bukan bermain sesuai kekuatan Liverpool dan itu malah menutupi kelemahan mereka.”
Seorang jurnalis Prancis bahkan menyamakan taktik Liverpool tersebut dengan strategi tim-tim kecil Liga Prancis ketika menghadapi PSG di Piala Prancis. “Seolah-olah mereka ketakutan,” tambah Robinson.
Alasan Pencadangan Mohamed Salah
Arne Slot menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak menurunkan Mohamed Salah berkaitan erat dengan kondisi pertandingan yang sulit. Dikutip dari Kompas.com, Slot menyebut timnya lebih banyak fokus bertahan di penghujung laga.
“Saya pikir bagian akhir pertandingan lebih tentang bertahan hidup bagi kami daripada peluang kami untuk mencetak gol,” terang Arne Slot. Ia menilai situasi di lapangan tidak memungkinkan untuk memaksimalkan peran Salah. “Mo memiliki banyak kualitas, tetapi jika dia harus bertahan selama 20-25 menit di kotak penaltinya sendiri, lebih baik dia menyimpan energinya untuk pertandingan mendatang,” imbuhnya.
Slot juga menambahkan, seperti dilansir dari Liputan6.com, bahwa menjaga kebugaran Salah menjadi pertimbangan penting mengingat jadwal padat dan kebutuhan untuk tampil optimal di laga berikutnya. Ia mengakui timnya berada dalam fase sulit musim ini dan secara keseluruhan sedang berjuang untuk bertahan.
Dampak Taktik Lima Bek
Strategi lima bek yang diterapkan Slot, dengan menempatkan Ibrahima Konate, Virgil van Dijk, dan Joe Gomez sebagai tiga bek tengah, berdampak pada minimnya opsi menyerang. Liverpool hanya menguasai bola sekitar 26 persen dan gagal mencatatkan tembakan tepat sasaran.
Meskipun tujuan taktik ini adalah meredam kecepatan pemain sayap PSG, Slot mengakui bahwa setiap upaya menekan justru membuka ruang bagi lawan. “Setiap kali kami mencoba menekan tinggi, kami justru mudah ditembus dan mereka menciptakan lima atau enam peluang,” kata Slot.
Mantan bek Liverpool, Stephen Warnock, juga menyoroti kekalahan ini. “Rasanya kepercayaan diri sedang berada pada titik terendah sepanjang masa,” katanya kepada BBC Sport. Warnock membandingkan situasi ini dengan comeback heroik Liverpool di masa lalu, namun merasa saat ini tim masih sangat jauh dari kemampuan untuk melakukan hal serupa.
Harapan Kebangkitan di Anfield
Meskipun demikian, Arne Slot tetap menyimpan optimisme untuk leg kedua. “PSG adalah tim yang lebih baik, tetapi kami tidak menyerah. Itulah sebabnya kami masih memiliki peluang di leg kedua,” ungkap Slot, seperti diberitakan oleh Merdeka.com. Ia yakin Liverpool bisa menunjukkan penampilan yang berbeda saat bermain di Anfield.
Kapten tim, Virgil van Dijk, turut mencoba membangkitkan semangat rekan-rekannya dan meminta dukungan penuh dari para penggemar. “Jangan lupa kita bermain melawan juara bertahan Eropa. Kami harus tampil sempurna. Saya sudah melewati banyak malam spesial di Anfield, dan saya harap fans bisa menjadi tulang punggung kami lagi,” ujar bek asal Belanda tersebut.
Liverpool kini dihadapkan pada pilihan sulit di leg kedua: bermain hati-hati atau lebih terbuka untuk membalikkan keadaan. Keputusan ini sangat krusial dan bisa menentukan nasib mereka di kompetisi ini.