Apple Developer Academy dan Institute di Indonesia resmi membuka kesempatan bagi seluruh kalangan masyarakat untuk mempelajari teknologi tanpa batasan usia pada Selasa, 21 April 2026. Program ini dirancang untuk mendorong kreativitas dan inovasi di bidang digital bagi siapa saja yang memiliki semangat belajar.
Senior Director Apple Developer Academy and Institute, Gordon Shukwit, memberikan konfirmasi bahwa tidak ada limitasi umur bagi para pendaftar. Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, rentang usia peserta sangat beragam, mulai dari pemuda berusia 18 tahun hingga lansia.
"Kami tidak memiliki batas usia. Secara umum peserta mulai dari usia 18 tahun, tapi kami pernah memiliki peserta berusia 82 tahun," ujar Gordon Shukwit, Senior Director Apple Developer Academy and Institute. Ia menekankan bahwa faktor utama keberhasilan dalam program ini adalah pola pikir dan semangat, bukan angka kelahiran.
Data internal menunjukkan bahwa mayoritas peserta saat ini berada pada kelompok usia 24 hingga 25 tahun. Meski demikian, terdapat peningkatan partisipasi dari kalangan profesional yang telah memasuki usia 40 hingga 50 tahun ke atas untuk memperdalam keahlian teknologi mereka.
Metode pendidikan di institusi ini tidak hanya terbatas pada penulisan kode atau coding semata. Para siswa diajarkan mengenai desain, kolaborasi tim, dan pengembangan ide bisnis yang berpotensi menjadi startup atau produk nyata di pasar global.
Proses pelatihan berjalan cukup intensif dengan durasi waktu mencapai 20 jam per minggu di lingkungan Academy. Gordon menambahkan bahwa antusiasme yang tinggi dari para peserta sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola untuk meminta mereka pulang tepat waktu.
Selain program akademi penuh, Apple juga mengelola Developer Institute yang menawarkan fleksibilitas lebih tinggi bagi para profesional melalui modul-modul pelatihan singkat. Langkah ini diambil untuk memastikan aksesibilitas pendidikan teknologi bagi individu di berbagai tahapan karier.