CEO baru Apple, John Ternus, menegaskan komitmen perusahaan untuk mempertahankan iPhone sebagai fokus utama bisnis pada Senin (27/4/2026). Langkah ini diambil guna memastikan gawai tersebut tetap menjadi pusat ekosistem meskipun industri teknologi sedang mengalami tekanan besar untuk beradaptasi dengan kecerdasan buatan (AI).
Dilansir dari Medcom, Ternus menyampaikan arahan tersebut melalui komunikasi internal kepada para pegawai Apple di Jakarta. Ia menekankan bahwa strategi pengembangan iPhone tidak akan melambat dan produk ini akan terus dikembangkan secara agresif untuk menghadapi persaingan pasar global.
Keputusan mempertahankan fokus pada iPhone didasari oleh posisi perangkat tersebut sebagai kontributor pendapatan terbesar bagi perusahaan. Berdasarkan laporan industri, iPhone secara konsisten menyumbang lebih dari separuh total pendapatan Apple sehingga menjadi tulang punggung bisnis yang sulit digantikan.
Apple berencana mengintegrasikan teknologi AI ke dalam lini iPhone secara bertahap daripada melakukan perubahan drastis pada model bisnis. Pendekatan evolusioner ini dipilih untuk menyempurnakan produk yang sudah matang sambil tetap melakukan eksplorasi pada kategori perangkat baru seperti perangkat lipat dan wearable.
"iPhone akan tetap menjadi pusat ekosistem Apple dan terus dikembangkan secara agresif," kata John Ternus, CEO Apple dalam pesan internalnya. Penegasan ini sekaligus menepis kekhawatiran spekulatif mengenai pengalihan fokus perusahaan ke kategori produk eksperimental lainnya di tengah tren AI.
Meskipun Apple bersaing ketat dengan Google dan Samsung dalam inovasi AI, perusahaan memilih strategi integrasi pada produk dengan basis pengguna besar. Fokus ini diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan perusahaan di tengah transisi kepemimpinan dan pergeseran tren teknologi dunia.
Beberapa analis industri memberikan catatan bahwa ketergantungan tinggi pada satu lini produk dapat menjadi tantangan jangka panjang. Risiko muncul jika preferensi pasar bergeser ke perangkat dengan bentuk fisik berbeda atau sistem operasi yang sepenuhnya berbasis kecerdasan buatan secara mandiri.