Aprilia Dominasi MotoGP 2026: Bezzecchi Juara, Ducati Terpuruk

Aprilia menunjukkan dominasinya di awal MotoGP 2026 dengan Marco Bezzecchi memimpin klasemen. Ducati mengalami kesulitan, gagal meraih podium di Thailand.

Aprilia berhasil menunjukkan performa luar biasa di awal musim MotoGP 2026, dengan Marco Bezzecchi memimpin klasemen kejuaraan setelah tiga seri pembuka. Keberhasilan Aprilia ini terjadi di tengah menurunnya dominasi Ducati yang biasanya menguasai podium. Kemenangan Bezzecchi pada balapan utama di Sirkuit Buriram, Thailand, akhir pekan lalu, menjadi bukti awal kekuatan Aprilia.

Direktur Olahraga Aprilia, Massimo Rivola, menyoroti kinerja timnya. Rivola menyatakan bahwa bukan Ducati yang kesulitan, melainkan Aprilia yang berhasil menciptakan sesuatu yang istimewa di sirkuit tersebut, seperti dilansir dari Bola. Pada balapan utama MotoGP Thailand, bahkan tidak ada satu pun pembalap Ducati yang berhasil naik podium, mengakhiri tren 88 balapan beruntun mereka selalu podium.

Aprilia tidak hanya mengandalkan Bezzecchi. Pembalap tim satelit Aprilia, Trackhouse, Raul Fernandez, turut melengkapi keberhasilan dengan finis ketiga di Thailand. Rivola menambahkan bahwa pada awal balapan bahkan ada tiga motor Aprilia yang sempat berada di posisi tiga besar: Marco Bezzecchi, Jorge Martin, dan Raul Fernandez.

Meskipun Jorge Martin akhirnya finis keempat, sukses Aprilia semakin lengkap dengan Ai Ogura dari Trackhouse menempati urutan kelima. Rivola memberikan pujian kepada keempat pembalap Aprilia atas penampilan mereka yang luar biasa di Thailand. Ia menyoroti performa sempurna Bezzecchi, upaya Martin yang pulih dari cedera, perjuangan Fernandez dengan masalah bahu, dan pemulihan posisi Ogura setelah start yang kurang baik.

Piero Taramasso, bos Michelin MotoGP, juga ikut angkat bicara mengenai dominasi Aprilia. Ia menepis anggapan bahwa keunggulan Aprilia disebabkan oleh konstruksi ban yang lebih kaku, yang digunakan di sirkuit dengan panas ekstrem seperti Buriram dan Goiania. Taramasso menegaskan bahwa semua tim sudah tahu cara memanfaatkan ban tersebut dan Aprilia "benar-benar memiliki sesuatu yang lebih dalam hal motornya," seperti dikutip dari Crash.

Performa Bezzecchi di Sprint Race Menjadi Sorotan

Meskipun Bezzecchi tampil sempurna di balapan utama hari Minggu, performanya di Sprint Race hari Sabtu masih menjadi pekerjaan rumah. Ia berhasil mengumpulkan 75 poin sempurna di tiga balapan utama, menempatkannya di puncak klasemen. Namun, di Sprint Race, ia hanya mampu meraih 6 dari kemungkinan 36 poin.

Bezzecchi mengalami kecelakaan saat memimpin Sprint Race di Buriram dan kembali terjatuh saat mengejar Pecco Bagnaia di COTA. Kesalahan ini membuatnya kehilangan potensi 24 poin, dan satu-satunya poin Sprint-nya berasal dari finis keempat di Goiania. Rivola mengakui, "Marco kembali tampil sempurna pada hari Minggu; kami hanya perlu memperbaiki performa di hari Sabtu."

Jorge Martin, rekan setim Bezzecchi di Aprilia, menunjukkan performa yang sangat baik di Sprint Race. Ia menjadi pembalap dengan perolehan poin Sprint tertinggi sejauh ini dengan 24 poin, termasuk kemenangan Sprint perdananya dengan Aprilia di COTA. Hal ini menunjukkan kontras yang signifikan dengan performa Bezzecchi di sesi balapan singkat tersebut.

Jika Bezzecchi mampu mengamankan setidaknya 7 dari 24 poin yang hilang di Sprint Race, ia sebenarnya akan mencetak rekor poin terbanyak dari tiga seri pembuka musim. Ini menunjukkan potensi besar yang dimilikinya jika ia bisa mengatasi kelemahannya di Sprint Race. Menurut Rivola, jika Bezzecchi bisa menjadi "jagoan" Sprint Race seperti di balapan utama, maka ia akan menjadi sangat menakutkan bagi para pesaing.

Perbandingan Poin Pembalap di Awal Musim MotoGP 2026 (Era Sprint)

Musim 2026 telah menjadi saksi persaingan ketat, terutama dengan diperkenalkannya Sprint Race. Berikut adalah daftar pemimpin klasemen MotoGP setelah tiga seri pertama, mencakup poin dari Sprint Race:

Klasemen Pemimpin MotoGP Setelah Tiga Seri Pertama (Era Sprint)
Tahun Pembalap Tim Poin
Marco Bezzecchi Aprilia 81 Alex Marquez
Ducati 87 Jorge Martin Ducati
80 Marco Bezzecchi Ducati 64

Data ini menunjukkan posisi Bezzecchi yang cukup kuat, meski masih di bawah Alex Marquez pada musim 2025. Tantangan Aprilia berikutnya adalah menjaga konsistensi dan terus mengembangkan motor agar dapat bersaing memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2026.

Recommended