Arab Saudi Bangun Danau Raksasa di Tengah Gurun NEOM

Arab Saudi membangun danau air tawar raksasa senilai USD4,7 miliar di tengah gurun NEOM, bagian dari Saudi Vision 2030.

Arab Saudi tengah membangun sebuah danau air tawar raksasa di tengah gurun sebagai bagian dari megaproyek futuristik NEOM. Proyek ambisius ini diharapkan menjadi salah satu pencapaian rekayasa teknik terkemuka di dunia.

Danau buatan ini memiliki panjang sekitar 2,8 km dan dibangun dengan investasi mencapai USD4,7 miliar atau sekitar Rp125 triliun. Lokasinya berada di Trojena, kawasan pegunungan di Tabuk yang tengah dikembangkan sebagai destinasi wisata masa depan.

Untuk mewujudkan danau di tengah wilayah kering, proyek ini mengandalkan tiga bendungan besar. Bendungan utama memiliki tinggi sekitar 145 meter dan panjang 475 meter, dibangun menggunakan teknologi beton khusus.

Menurut Ecoticias, danau ini akan memiliki luas sekitar 1,5 km persegi dan dilengkapi dengan pulau khusus untuk aktivitas rekreasi, termasuk berjalan kaki dan menyelam.

Pietro Salini, CEO Webuild, menyebut proyek ini sebagai tonggak penting dalam dunia konstruksi global. "Proyek ini akan menjadi keajaiban teknik dan konstruksi internasional," ujarnya.

Danau ini merupakan bagian dari proyek Trojena di NEOM, sebuah program ambisius dalam kerangka Saudi Vision 2030. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan Arab Saudi pada minyak dan mengembangkan sektor pariwisata.

Trojena sendiri dirancang sebagai destinasi wisata pegunungan yang lengkap, menawarkan resor ski, olahraga air, hingga fasilitas hiburan modern.

Pembangunan danau sudah memasuki tahap awal. Hingga saat ini, sekitar 3 juta meter kubik material telah digali dari lokasi proyek. Philip Gullett, Executive Director Trojena, menjelaskan progres tersebut serta pendekatan berkelanjutan yang diterapkan.

"Kami telah menyelesaikan sekitar 3 juta meter kubik penggalian di lokasi danau. Material hasil galian akan digunakan kembali untuk konstruksi bendungan dan dasar danau sebagai bagian dari strategi ramah lingkungan," ujar Gullett.

Proyek ini menghadapi tantangan besar, terutama terkait ketersediaan air di wilayah gurun. Untuk mengatasinya, Arab Saudi berencana mengandalkan teknologi desalinasi (pengolahan air laut) yang ditenagai oleh energi terbarukan.

Selain itu, faktor penguapan tinggi di wilayah gurun juga menjadi perhatian utama dalam menjaga keberlanjutan danau tersebut. Jika berhasil, danau ini berpotensi menjadi model inovasi pengelolaan air di wilayah kering di seluruh dunia, selain menjadi ikon baru Arab Saudi.

Recommended