Chelsea Catat Rekor Kerugian Pra-Pajak Terbesar di Inggris

Chelsea mencatatkan kerugian pra-pajak sebesar 407 juta euro pada musim 2024-25, menjadi yang terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.

Chelsea mencatatkan kerugian pra-pajak yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola Inggris pada musim 2024-25.

Menurut data dari UEFA, The Blues mengalami defisit sebesar 407 juta euro, setara dengan sekitar Rp8,02 triliun. Jumlah ini menjadi rekor kerugian terbesar di Inggris, meskipun masih di bawah rekor Barcelona yang mencatat kerugian €555 juta pada musim 2020-21 akibat pandemi COVID-19 dan beban akuntansi.

Sejak pengambilalihan oleh Clearlake Capital dan Todd Boehly pada tahun 2022, Chelsea telah mengeluarkan lebih dari €1,7 miliar atau sekitar Rp33,49 triliun untuk belanja pemain. Investasi besar ini belum membuahkan hasil yang sepadan, terutama di Liga Champions maupun Premier League.

Secara akumulasi tiga tahunan versi UEFA, total kerugian Chelsea mencapai €622 juta (sekitar Rp12,25 triliun), jauh melebihi batas €60 juta yang ditetapkan oleh UEFA dalam regulasi keuangan mereka.

Selain itu, Chelsea juga didenda €31 juta (sekitar Rp610 miliar) saat tampil di Piala Dunia Antarklub karena melanggar aturan finansial UEFA. Denda ini bahkan bisa meningkat hingga €91 juta (sekitar Rp1,79 triliun) jika klub gagal memenuhi kesepakatan kepatuhan dalam empat tahun mendatang.

Meskipun demikian, sumber internal klub mengklaim bahwa kondisi keuangan Chelsea saat ini telah melalui proses pembersihan akuntansi dan sudah mencatat keuntungan operasional. Struktur keuangan klub juga disebut telah diselaraskan dengan kerangka Financial Fair Play UEFA.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan suporter mengenai potensi penjualan pemain bintang pada bursa transfer mendatang. Absennya Chelsea di Liga Champions musim ini juga memperburuk pemasukan klub, terutama dari hak siar dan pendapatan komersial.

Salah satu kekhawatiran utama adalah penjualan pemain bintang demi menyeimbangkan keuangan. Namun, pihak klub yakin tidak akan ada kebutuhan untuk penyelesaian regulasi tambahan karena mereka sudah berada dalam parameter yang disepakati dengan UEFA.

Chelsea juga menerapkan strategi pembiayaan kreatif, termasuk restrukturisasi internal dan transaksi bisnis tertentu, untuk membantu stabilitas finansial mereka di bawah aturan domestik dan Eropa.

Fokus Chelsea saat ini adalah mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan. Saat ini, mereka berada di posisi lima klasemen liga, yang diproyeksikan cukup untuk lolos ke kompetisi elite Eropa. Partisipasi reguler di Liga Champions diharapkan dapat memperbaiki kondisi finansial klub dalam jangka panjang melalui pemasukan dari hak siar dan pendapatan komersial.

Sumber: Daily Mail

Recommended