Manajer Liverpool, Arne Slot, membeberkan alasan di balik keputusannya untuk tidak menurunkan Mohamed Salah dalam kekalahan 0-2 dari Paris Saint-Germain (PSG) di leg pertama perempat final Liga Champions. Pertandingan tersebut didominasi PSG hampir sepanjang laga, membuat Liverpool lebih banyak bertahan.
Seperti dilansir dari Bola.com, spekulasi seputar masa depan Salah di Liverpool telah banyak beredar. Namun, kepindahan ke PSG, yang sempat dipertimbangkan sebagai pengganti Lionel Messi, tidak terealisasi setelah Luis Enrique mengambil alih kepelatihan. Enrique dikabarkan enggan mendatangkan bintang besar, lebih memprioritaskan kolektivitas tim.
Slot menjelaskan bahwa jalannya pertandingan tidak mendukung masuknya Salah. Ia memilih untuk menjaga kebugaran pemain bintang Mesir itu untuk pertandingan-pertandingan berikutnya, alih-alih memaksanya bermain dalam situasi yang tidak sesuai ekspektasi tim.
"Saya rasa di bagian akhir pertandingan, kami lebih fokus untuk bertahan daripada mencari peluang mencetak gol," ujar Slot. "Meskipun Anda tidak pernah tahu, karena musim lalu kami pernah mencetak gol lima menit sebelum akhir melalui Harvey Elliott saat saya menarik keluar Mo."
Slot menambahkan, "Namun, menurut saya ini adalah 20 hingga 25 menit di mana kami hanya bertahan. Mo memiliki begitu banyak kualitas, tetapi bagi Mo untuk bertahan 20 hingga 25 menit di dalam kotak penaltinya sendiri, saya pikir lebih baik dia menyimpan energinya untuk banyak pertandingan yang akan datang dalam beberapa minggu ke depan."
Liverpool berada dalam mode bertahan hampir sepanjang pertandingan melawan PSG. Hal ini juga mencerminkan fase krusial musim yang sedang dihadapi klub. Slot mengakui sulit untuk meredam kualitas lawan sekelas PSG.
Komentar Luis Enrique dan Virgil Van Dijk
Pelatih PSG, Luis Enrique, mengungkapkan bahwa timnya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol meskipun berhasil menang 2-0. Ia terkejut dengan formasi defensif Liverpool, yang memainkan lima bek untuk pertama kalinya di bawah asuhan Arne Slot.
Virgil Van Dijk, kapten Liverpool, menyatakan ketidakpuasannya terhadap hasil tersebut. "Kerja keras yang sangat berat, tetapi memang sudah diperkirakan," kata Van Dijk. "Saya pikir kami bertahan dengan banyak pemain di sekitar kotak penalti. Sayangnya, gol pertama terjadi karena defleksi."
"Kami memiliki beberapa momen kecil saat serangan balik di mana kami seharusnya bisa berbuat lebih baik. Saya tidak senang dengan kekalahan ini, satu-satunya hal positif adalah kami memiliki pertandingan lain minggu depan," tambahnya. Van Dijk berharap dukungan suporter di Anfield dapat membantu tim membalikkan keadaan.
Akhir Era Mohamed Salah di Anfield
Dengan laporan bahwa PSG sedang menyiapkan kontrak baru untuk Enrique, peluang Salah berseragam Les Parisiens semakin kecil. Pemain berusia 33 tahun ini justru harus bersiap menghadapi PSG sebagai lawan di perempat final Liga Champions.