Arsenal Dekati Juara Liga Inggris Usai Tekuk Burnley

Arsenal selangkah lebih dekat ke takhta juara Premier League setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Burnley melalui gol tunggal Kai Havertz.

Arsenal berhasil mendekati trofi Premier League pertama mereka sejak 2004 setelah menumbangkan Burnley. Kemenangan tipis 1-0 di Emirates Stadium pada Selasa (19/5/2026) dini hari WIB ini menempatkan The Gunners di ambang sejarah baru, seperti dikutip dari Bola.

Gol tunggal penentu kemenangan dicetak oleh Kai Havertz pada menit ke-38. Pemain asal Jerman tersebut sukses mengonversi umpan sepak pojok Bukayo Saka menjadi gol lewat sundulan keras.

Torehan ini menjadi gol ke-19 Arsenal dari situasi bola mati di Liga Inggris musim ini. Angka tersebut menyamai rekor sepanjang masa Premier League untuk format satu musim dengan 38 pertandingan.

Pertandingan sempat diwarnai momen krusial saat Havertz melakukan tekel keras terhadap betis Lesley Ugochukwu pada menit ke-65. Arsenal bernapas lega karena VAR memutuskan tidak memberikan kartu merah. Di sisi lain, tembakan Eberechi Eze yang membentur mistar gawang Burnley gagal menggandakan keunggulan.

Klub London Utara tersebut sempat dinilai kehilangan peluang juara pascakekalahan 2-1 dari Manchester City pada 19 April lalu. Namun, momentum kebangkitan kini menempatkan posisi mereka kembali menguat menjelang akhir musim.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, tidak mendapatkan kemenangan dengan skor mencolok dalam laga ini. Kendati demikian, tiga poin krusial berhasil diamankan berkat kedisiplinan lini belakang yang sangat rapat.

Burnley dibuat tidak berdaya dan gagal melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang sejak menit ke-57. Sentuhan terakhir tim tamu di dalam kotak penalti Arsenal bahkan hanya terjadi pada menit ke-64.

"Pastikan kami sangat efisien dalam bertahan di momen-momen tertentu, tidak memberikan apapun kepada lawan dan memenangkan tiga poin. Keinginan yang ditunjukkan setiap pemain dalam tugas defensif mereka, perilaku mereka, luar biasa, begitu pula kerja para pelatih," kata Arteta.

Ketika ditanya mengenai tekanan besar dalam perebutan takhta juara, manajer asal Spanyol tersebut memberikan respons sembari melempar senyuman.

"Saya pikir jumlah rambut yang saya miliki tidak akan pernah hilang, tapi pekerjaan ini akan mengujinya hingga batas maksimal," ucapnya.

Penentuan Gelar di Tangan Bournemouth

Nasib Arsenal saat ini ikut bergantung pada hasil pertandingan tim kompetitor. Jika Manchester City gagal memetik kemenangan atas Bournemouth, Arsenal dipastikan langsung mengunci gelar juara Premier League dengan satu laga tersisa.

Namun, andai Manchester City sukses mengamankan kemenangan, selisih poin kedua tim akan merapat menjadi dua angka. Skenario ini akan melempar penentuan gelar juara ke pekan terakhir kompetisi yang berlangsung Minggu (24/5/2026).

Pada partai pamungkas tersebut, Arsenal dijadwalkan melakoni laga tandang ke markas Crystal Palace di Selhurst Park. Sementara itu, Manchester City akan memainkan laga kandang menjamu Aston Villa di Etihad Stadium.

Persaingan lewat jalur selisih gol kini telah tertutup rapat bagi skuad asuhan Arteta. Jika Manchester City menyapu bersih dua laga sisa, Arsenal wajib melakukan hal serupa saat bersua Palace demi mengamankan trofi juara.

Recommended