Arsenal saat ini memimpin klasemen Liga Inggris, namun muncul kekhawatiran bahwa tim asuhan Mikel Arteta mungkin kembali gagal meraih gelar juara di akhir musim. Kritik mengarah pada taktik yang dianggap terlalu bergantung pada situasi bola mati.
Setelah kehilangan keunggulan 2-0 dan bermain imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers, muncul penilaian bahwa Arsenal terlalu mengandalkan pendekatan defensif. Hal ini dinilai mengurangi daya gedor tim dan menyebabkan kehilangan poin penting.
Menurut laporan Opta, Arsenal tercatat menghabiskan 117 menit untuk memulai kembali permainan dari sepak pojok di Liga Inggris musim ini. Rata-rata, mereka menunda permainan selama 44 detik setiap kali melakukan restart dari situasi tersebut.
Liga Inggris semakin kompetitif, bahkan tim papan bawah mampu merepotkan klub elite melalui pertahanan fisik dan serangan balik cepat. Arsenal, di bawah kepemimpinan Mikel Arteta, telah berkembang menjadi salah satu unit pertahanan terbaik setelah sebelumnya sering terekspos saat kehilangan bola.
Untuk menghindari kehilangan bola di zona tengah yang berbahaya, The Gunners sering mengarahkan bola ke area sayap. Pendekatan ini membantu meminimalkan risiko serangan balik. Meskipun strategi ini membatasi kreativitas dari permainan terbuka, ancaman Arsenal dari situasi bola mati tetap menjaga asa gelar mereka tetap hidup.
Rekam Jejak yang Menghantui Arteta
Masa depan Arteta kembali menjadi sorotan. Pada musim 2021/2022, Arsenal gagal mengamankan tiket Liga Champions setelah sempat unggul empat poin dengan tiga laga tersisa. Mereka akhirnya finis di posisi kelima di bawah Tottenham Hotspur.
Pada musim 2022/2023, Arsenal gagal memenangkan enam dari delapan pertandingan terakhir. Hasil imbang melawan West Ham United dan Southampton, serta kekalahan dari Brighton and Hove Albion dan Nottingham Forest, menjadi noda bagi perjalanan mereka.
Arsenal bermain terlalu aman saat menghadapi Man City di Etihad pada musim 2023/2024 dan harus puas dengan hasil imbang. Mereka akhirnya finis dua poin di belakang Man City, sehingga tambahan dua poin dari laga tersebut bisa saja mengubah segalanya.
The Gunners kembali menjadi runner-up pada 2024/2025. Jika musim ini kembali berakhir tanpa trofi Liga Inggris, masa depan Arteta sebagai pelatih kepala bisa dipertanyakan.