Arsenal Dikritik Meski Ungguli Man City di Liga Inggris

Meski memuncaki klasemen Liga Inggris 2025/2026, Arsenal menuai kritik setelah mengalahkan Chelsea 2-1. Set-piece menjadi andalan The Gunners.

Arsenal tetap mendapatkan kritik meskipun berada di puncak klasemen dan unggul dari Manchester City. Kritik tersebut muncul setelah kemenangan 2-1 atas Chelsea pada pekan ke-28 Premier League 2025/2026.

Dua gol Arsenal yang tercipta dari set-piece membuat tim asuhan Mikel Arteta dianggap kurang atraktif, meskipun berstatus sebagai pemuncak klasemen Liga Inggris.

Mantan striker Blackburn Rovers, Chris Sutton, menyatakan bahwa Arsenal berpeluang menjadi juara, namun dengan performa yang kurang meyakinkan. Sementara itu, eks kapten Arsenal, Patrick Vieira, menilai ekspektasi terhadap Arsenal kini semakin tinggi.

Musim ini, kekuatan Arsenal dalam situasi bola mati menjadi faktor pembeda. Tercatat, 16 gol telah mereka cetak dari sepak pojok. Gol pertama ke gawang Chelsea lahir dari sundulan William Saliba, yang menyambar bola dari sundulan Gabriel Magalhaes. Gol kedua dicetak Jurrien Timber melalui sundulan dari umpan Declan Rice.

Tanggapan Mikel Arteta

Menanggapi kritikan tersebut, Mikel Arteta menolak anggapan bahwa timnya bermain buruk. "Ini bukan jelek. Anda harus memainkan pertandingan sesuai yang tersedia," ujarnya.

Arteta menambahkan bahwa laga melawan Chelsea adalah laga yang indah karena ada banyak kualitas dan tim harus beradaptasi. Menurutnya, margin sangat tipis dan duel-duel kecil menjadi penentu.

Leon Osman, mantan gelandang Everton, juga mendukung strategi Arteta. Ia berpendapat bahwa jika set-piece adalah kekuatan tim, maka hal tersebut harus dimaksimalkan.

Meskipun belum selalu tampil memukau, set-piece Arsenal menjadi mimpi buruk bagi lawan. Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Arsenal meraih trofi Premier League musim ini.

Recommended