Arsenal akhirnya resmi mengakhiri kompetisi Premier League musim 2025/2026 dengan menempati podium tertinggi sebagai juara. Seperti dilansir dari Bola, kepastian tersebut menjadi puncak dari proses panjang yang dibangun secara bertahap oleh Mikel Arteta sejak awal kepemimpinannya.
Trofi ini terasa sangat istimewa bagi publik Emirates Stadium karena hadir setelah dalam beberapa musim sebelumnya mereka selalu nyaris juara namun gagal di saat-saat terakhir. The Gunners berulang kali menjadi pesaing utama di papan atas, tetapi harus puas menyudahi musim di bawah tim rival.
Musim 2025/2026 menjadi titik balik yang dinantikan setelah penantian panjang gelar Premier League selama lebih dari dua dekade terbayar lunas. Stabilitas performa di sepanjang kompetisi membuat klub asal London Utara ini sukses mempertahankan posisi puncak sampai pekan terakhir.
Pencapaian luar biasa ini membuktikan bahwa proyek jangka panjang bentukan Mikel Arteta telah bertransformasi menjadi kekuatan yang matang, baik secara taktik, mental, maupun konsistensi permainan. Arsenal kini tidak sekadar meramaikan persaingan, melainkan menjadi penentu arah kompetisi domestik.
Keberhasilan merengkuh trofi musim ini sekaligus mengukuhkan posisi klub sebagai salah satu kekuatan terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris. Di tengah ketatnya dinamika kompetisi yang bergulir, momen krusial ini mencatatkan diri sebagai pencapaian paling historis bagi klub pada era modern.
Grafik performa Arsenal memperlihatkan lonjakan yang sangat konsisten dari musim ke musim di bawah arahan Mikel Arteta sebelum akhirnya bertengger di posisi teratas pada musim 2025/2026. Keberhasilan ini diawali dengan fase perombakan skuad yang penuh tantangan.
Pada dua musim perdana kepelatihan Arteta, klub sempat kesulitan menembus papan atas dan menyudahi kompetisi di peringkat kedelapan pada musim 2019/2020 serta 2020/2021. Periode awal tersebut dimanfaatkan untuk membangun ulang fondasi tim secara perlahan.
Sinyal kebangkitan mulai terlihat pada musim 2021/2022 saat Arsenal berhasil merangkak naik ke peringkat kelima klasemen akhir. Setelah momen itu, mereka menjelma menjadi penantang gelar yang sangat diperhitungkan dengan menduduki posisi runner-up selama tiga musim beruntun.
Catatan Historis Lintas Generasi
Sebelum berhasil mengangkat trofi Premier League musim ini, konsistensi sebagai peringkat kedua dalam tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa klub sudah berada di jalur yang benar. Sejarah mencatat Arsenal kini mengoleksi total 14 gelar juara Liga Inggris.
Jumlah koleksi trofi tersebut membuat mereka berada di posisi ketiga di bawah Liverpool dan Manchester United yang masing-masing mengumpulkan 20 gelar liga. Di sisi lain, Arsenal mengukir rekor unik sebagai satu-satunya tim yang mampu juara di delapan dekade berbeda.
Setiap keberhasilan merengkuh gelar juara di era Premier League selalu menghadirkan cerita unik tersendiri, termasuk dari aspek sponsor ikonis serta rival yang dihadapi pada pengujung musim.
Pada musim 1997/1998, klub memenangi liga bersama sponsor JVC setelah bersaing ketat dengan Manchester United. Dua tahun berselang, tepatnya pada musim 2001/2002, trofi kembali diraih bersama sponsor Sega/Dreamcast usai mengatasi perlawanan Liverpool.
Momen paling legendaris terjadi pada musim 2003/2004 saat skuad asuhan Arsene Wenger tidak terkalahkan sepanjang musim bersama sponsor O2 dengan mengungguli Chelsea. Kini pada musim 2025/2026 bersama Fly Emirates, mereka sukses menundukkan Manchester City dalam perebutan takhta juara.