Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menghadapi gelombang kritik setelah keputusannya menurunkan susunan pemain yang kurang optimal saat timnya tersingkir dari Piala FA oleh Southampton. Kekalahan 1-2 melawan tim Championship tersebut terjadi di perempat final pada Sabtu, 4 April 2026. Keputusan ini menarik perhatian, terutama karena sebelumnya Arteta juga mempercayakan Kepa Arrizabalaga di pertandingan tersebut, meski kiper itu melakukan kesalahan fatal saat final Carabao Cup.
Meskipun Kepa Arrizabalaga tidak menunjukkan kesalahan signifikan dalam pertandingan kontra Southampton, para pengamat menilai kekalahan tersebut lebih disebabkan oleh strategi Arteta yang tidak memainkan skuad terkuat. Pendapat ini diutarakan oleh Micah Richards, mantan bek Timnas Inggris, yang berbicara kepada BBC Sport. Richards menegaskan bahwa setiap tim harus selalu menurunkan formasi terbaiknya dalam pertandingan penting.
Langkah Mikel Arteta ini memunculkan perbandingan dengan kekalahan Arsenal 0-2 dari Manchester City di final Carabao Cup pada Minggu, 22 Maret 2026, yang juga digelar di Wembley. Pertandingan final tersebut menyoroti beberapa isu, termasuk peran kiper pelapis, kurangnya kreativitas serangan Arsenal, dan implikasinya terhadap persaingan gelar.
Eks pemain Arsenal, Theo Walcott, turut menyuarakan keprihatinannya. Menurut Walcott, Arteta seharusnya mengambil pelajaran berharga dari kekalahan di final Carabao Cup. Namun, dengan kembali tidak menurunkan skuad terbaik saat melawan Southampton, Walcott merasa Arteta mengulangi kesalahan yang sama. "Memainkan tim terbaik Anda adalah hal yang tepat untuk dilakukan. Mudah saja jika saya mengatakan itu sekarang, tetapi Anda menginginkan reaksi setelah final Carabao Cup dan itu tidak terjadi, malah lebih buruk," tutur Walcott, seperti dikutip dari Bola.
Mencegah Krisis di Musim Ini
Theo Walcott menekankan pentingnya bagi Arsenal untuk segera mengatasi situasi pasca-kekalahan dari Southampton agar tidak berkembang menjadi krisis yang lebih parah. Walcott mengingatkan agar tim tidak membiarkan pencapaian yang telah dibangun sepanjang musim ini runtuh hanya karena momen kekalahan tersebut.