Final Piala Carabao akhir pekan ini mempertemukan Arsenal dan Manchester City di Wembley Stadium. Pertandingan diprediksi berlangsung sengit meski kedua tim kehilangan sejumlah pemain kunci.
Laga ini menjadi ulangan rivalitas antara Pep Guardiola dan Mikel Arteta, yang pernah bertemu di final kompetisi yang sama. Sebelumnya di Wembley, Manchester City menang telak 3-0 atas Arsenal.
Arsenal datang dengan kondisi kurang ideal karena tiga pemain utama absen akibat cedera: Mikel Merino (kaki), Martin Ødegaard (lutut), dan Jurrien Timber (pergelangan kaki). Ketiganya merupakan bagian penting dari skema permainan Arteta. Absennya mereka jadi pukulan besar, terutama di laga final.
Arteta berharap ketiganya bisa kembali setelah jeda internasional bulan depan. Untuk saat ini, fokus utama Arsenal adalah memaksimalkan pemain yang tersedia demi meraih trofi pertama di kompetisi ini sejak 1993.
Manchester City lebih diuntungkan karena hanya kehilangan satu pemain, Joško Gvardiol, yang cedera betis/tulang kering. Kondisi skuad yang relatif lebih lengkap menjadi keuntungan bagi Guardiola. Ia juga mengonfirmasi bahwa James Trafford akan menjadi penjaga gawang utama, menggantikan Gianluigi Donnarumma.
Keputusan ini cukup mengejutkan, tetapi Guardiola tampaknya percaya penuh pada kemampuan Trafford untuk tampil di laga besar.
Rekor dan Ambisi
Manchester City punya sejarah lebih gemilang di ajang ini dengan delapan gelar, terakhir pada tahun 2021. Namun, performa mereka di final belakangan ini kurang meyakinkan setelah kalah dalam dua final besar terakhir di ajang FA Cup Final pada 2024 dan 2025.
Arsenal punya motivasi besar untuk mengakhiri puasa gelar EFL Cup yang sudah berlangsung lebih dari tiga dekade. Menariknya, Arsenal tidak terkalahkan dalam enam pertemuan terakhir melawan City. Catatan ini menjadi suntikan kepercayaan diri bagi skuad Arteta.
Duel Penentuan
Pertemuan terakhir kedua tim berakhir imbang 1-1 di Emirates Stadium, menunjukkan ketatnya persaingan antara kedua kandidat juara Liga Inggris tersebut.
Final ini bukan hanya soal trofi, tetapi juga momentum penting. Bagi Arsenal, kemenangan bisa menjadi langkah awal menuju musim bersejarah, bahkan membuka peluang meraih lebih banyak gelar. Bagi Manchester City, ini adalah kesempatan untuk kembali ke jalur juara dan menghapus kegagalan di final sebelumnya.
Dengan komposisi pemain yang timpang akibat cedera, strategi kedua pelatih akan sangat menentukan hasil akhir di Wembley.