Aksi kiper FC Nantes, Anthony Lopes, viral di media sosial karena pura-pura cedera. Tujuannya, agar rekan-rekan muslimnya dapat berbuka puasa di tengah pertandingan melawan Le Havre FC di Ligue 1, Minggu (22/2/2026).
Pada menit ke-74 pertandingan di Stade de la Beaujoire, Lopes terlihat memegangi otot paha kirinya sambil duduk. Tim medis pun segera menghampirinya setelah mendapat sinyal darinya.
Video yang beredar menunjukkan rekan-rekan setimnya bergegas ke pinggir lapangan untuk meminum air dan menyantap kurma sebagai pembatal puasa.
Tindakan Lopes ini memungkinkan rekan setimnya untuk berbuka puasa. Padahal, peraturan sepak bola Prancis tidak mengizinkan penghentian pertandingan sementara karena alasan keagamaan.
Berbeda dengan Liga Primer Inggris, wasit di sana mengizinkan jeda singkat saat matahari terbenam. Tujuannya, agar pemain sepak bola yang berpuasa dapat berbuka puasa Ramadan.
Setelah rekan-rekan setimnya selesai berbuka puasa, Lopes kembali melanjutkan pertandingan tanpa menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan berarti.
Reaksi beragam muncul di X terkait aksi Lopes ini.
"Anthony Lopes, jika Anda membaca ini, ketahuilah bahwa 2,5 miliar umat Muslim mencintai Anda," kata @cyber_scrutiny.
Sementara itu, seorang netizen lain menulis, "Liga Prancis sangat memalukan, mereka bahkan tidak bisa menghentikan pertandingan selama 2 menit untuk memberi kesempatan pemain menggunakan taktik. Mereka akan menghentikan pertandingan saat panas atau karena ada penyusup lapangan, tetapi tidak selama 3 menit untuk memberi kesempatan pemain makan kurma dan minum air."
Namun, ada juga yang berpendapat berbeda. "Berpura-pura cedera adalah taktik curang dan tidak seharusnya dipuji," pendapat seorang netter.
Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Nantes. Hasil ini membawa mereka naik ke posisi ke-17 dengan 17 poin, menjauhi zona degradasi. Sementara itu, Le Havre AC berada di posisi ke-13 dengan 26 poin.