PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memproyeksikan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang dan kendaraan yang menggunakan jasa penyeberangan. Dibandingkan periode sebelumnya, pergerakan penumpang diprediksi mencapai 5,8 juta orang atau naik 9,4%, sementara kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit atau meningkat 9,3%.
Direktur Operasi & Transformasi ASDP, Rio Theodore Natalianto Lasse, menyampaikan bahwa perkiraan kenaikan sekitar 9-10% ini berlaku baik untuk kendaraan maupun penumpang secara nasional. Proyeksi ini diungkapkan dalam Media Gathering di Kantor ASDP, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Guna mengantisipasi lonjakan tersebut, Rio menjelaskan bahwa sejumlah langkah telah disiapkan. Di antaranya, akan ada 28-33 kapal per hari yang beroperasi di rute Merak-Bakauheni. Untuk Pelabuhan Ciwandan-Wika Beton, disiapkan 9-12 kapal.
Selanjutnya, 10-12 kapal akan disiagakan di Pelabuhan BBJ Bojonegara-BBJ Muara Pilu, serta 28-32 kapal di lintas Ketapang-Gilimanuk.
Rio menambahkan, penguatan layanan juga meliputi penambahan dermaga express, optimalisasi Port Operation Control Center (POCC) berbasis pemantauan real time, layanan pelanggan 24 jam, penyediaan toilet portable, dan peningkatan sistem penerangan kawasan pelabuhan.
"Dengan kesiapan armada dan infrastruktur tersebut, ASDP optimistis mobilitas masyarakat tetap lancar sekaligus menjaga konektivitas logistik selama arus mudik dan balik," katanya.
ASDP juga siap menerapkan stimulus diskon tarif inisiasi Pemerintah sebesar 100% untuk tarif jasa pelabuhan, yang setara rata-rata 21,9% dari total tarif penyeberangan, guna mendorong kelancaran arus mudik.
Diskon ini berlaku di 14 pelabuhan dan 7 lintasan strategis bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA reguler, serta pejalan kaki dan golongan II express.
Kebijakan single tarif juga akan diberlakukan di Merak mulai 13 Maret pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret pukul 15.00 WIB, serta di Pelabuhan Bakauheni mulai 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret pukul 24.00 WIB bagi golongan I hingga VIA. Tujuannya adalah untuk memastikan distribusi layanan yang lebih merata.
"Ini tentunya harapannya untuk kelancaran, kelancaran daripada proses muat kendaraan ke atas kapal, jadi pengguna jasa itu tidak perlu memilih harus melewati eksekutif begitu," kata Rio.