Aston Villa berhasil meraih gelar juara Liga Europa setelah menundukkan SC Freiburg dengan skor 3-0 pada pertandingan final hari Kamis (21/05/2026) dini hari WIB. Dilansir dari Bola, kemenangan ini sekaligus membawa penyerang Jadon Sancho mengukir rekor spesial di kompetisi antarklub Eropa.
Pencapaian tersebut menjadikan Jadon Sancho sebagai pemain pertama yang mampu menembus tiga final kompetisi Eropa berbeda dalam tiga musim beruntun. Sebelum mengangkat trofi Liga Europa bersama Aston Villa, ia telah merasakan final Liga Champions bersama Borussia Dortmund pada musim 2023/24 meski harus kalah 0-2 dari Real Madrid.
Karier Jadon Sancho kemudian membaik pada musim 2024/25 saat memenangkan Conference League bersama Chelsea setelah masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak gol. Keberhasilan back to back juara ini diraih kembali musim ini setelah ia diturunkan dari bangku cadangan oleh Aston Villa dalam laga puncak melawan Freiburg.
Di tengah prestasi gemilang tersebut, masa depan Jadon Sancho bersama Manchester United justru berada dalam ketidakpastian setelah dirinya dipersilahkan untuk meninggalkan Old Trafford. Saat ini, dua klub besar Liga Italia yakni Juventus dan Napoli dilaporkan tengah menunjukkan minat serius untuk memboyong sang pemain.
Manajer Aston Villa Unai Emery mengungkapkan bahwa dirinya sejak awal mengusung ambisi besar ketika pertama kali menangani klub. Kendati demikian, pelatih berusia 54 tahun tersebut menyadari bahwa target besar tersebut tidak akan tercapai tanpa adanya sokongan penuh dari manajemen.
"Saya memang orang yang ambisius dan tentu saya membutuhkan dukungan. Pemilik klub, semua orang yang bekerja di klub, para pemain, they mengikuti kami," ujar Unai Emery kepada TNT Sports.
Mantan arsitek Sevilla dan Villarreal itu juga menekankan pentingnya sinergi dan langkah yang terukur dalam membangun kekuatan tim. Ia memuji komitmen seluruh elemen klub, mulai dari pemilik hingga staf dan pemain yang terus bekerja keras secara kolektif untuk menaikkan level performa Aston Villa.
"Kami melakukan semuanya bersama-sama. Tapi kami juga harus menetapkan ambisi dengan jelas dan realistis. Setiap langkah maju yang kami lakukan harus memiliki arti," lanjut Unai Emery.