Atalanta menyatakan kebanggaannya dapat mewakili Italia di babak 16 besar Liga Champions, meskipun undian mempertemukan mereka dengan Bayern Munchen, salah satu tim terkuat di Eropa.
Umberto Marino, General Manager Atalanta, berpendapat bahwa kekuatan Bayern Munchen setara dengan Arsenal, dua tim yang mendominasi fase grup Liga Champions.
"Arsenal dan Bayern sama-sama kuat; mereka finis pertama dan kedua di fase liga, dan mereka ditakdirkan untuk bertarung hingga akhir demi gelar juara," ujar Marino.
Marino menambahkan, timnya akan berusaha keras untuk menyulitkan Bayern. Ia menekankan pentingnya bagi Atalanta untuk bermain seperti biasanya, dengan keberanian, determinasi, dan dukungan penuh dari para suporter.
Performa Atalanta musim ini tak lepas dari sentuhan pelatih baru, Raffaele Palladino, yang menggantikan Ivan Juric pada November lalu. Palladino dinilai membawa antusiasme besar dalam setiap sesi latihan dan pertandingan. "Ia memiliki hasrat besar untuk bekerja dan memberikan segalanya bagi timnya. Ini jelas merupakan kualitas yang ia tularkan kepada tim dan seluruh lingkungan klub," kata Marino.
Bayern Munchen, sebagai pemuncak Bundesliga dan salah satu favorit juara Liga Champions, jelas akan menjadi ujian berat bagi Atalanta. Meski demikian, Atalanta memiliki catatan positif melawan klub-klub Jerman dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kemenangan atas Bayer Leverkusen di final Liga Europa 2024 dan penyingkiran Borussia Dortmund di playoff Liga Champions musim ini.
Marino menyadari bahwa pertandingan melawan Bayern Munchen akan menuntut performa luar biasa dari timnya. Ia juga menyoroti peran penting suporter dalam memberikan dukungan, baik di kandang maupun tandang. "Ini pertandingan sulit, dan kami membutuhkan performa luar biasa, tetapi kami bermain dengan antusiasme Atalanta, yang membantu kami mencapai babak 16 besar Liga Champions, sebuah pencapaian yang unik," ujar Marino.
Atalanta saat ini masih bersaing di tiga kompetisi: Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions. Marino menegaskan bahwa fokus dan etos kerja tetap menjadi fondasi utama klub. "Saat ini kami beruntung terlibat di tiga kompetisi. Kami bisa tampil baik di Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions," ujarnya. Marino menambahkan, budaya kerja adalah hal mendasar bagi Atalanta, dan mereka akan terus bekerja keras untuk meraih hasil terbaik.
Menanggapi inkonsistensi Atalanta saat melawan tim-tim kecil, Marino mengakui bahwa itulah "magisnya sepak bola".
Menghadapi Bayern Munchen, Marino menegaskan bahwa timnya akan memberikan yang terbaik dan mengerahkan seluruh energi untuk mewakili Italia di Liga Champions.