Atletico Madrid berhasil menundukkan Barcelona dengan skor 2-0 dalam pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions 2025/26. Laga yang digelar di Stadion Camp Nou pada Kamis dini hari WIB tersebut menjadi sorotan setelah bek Barcelona, Pau Cubarsi, diusir keluar lapangan karena kartu merah, seperti dilaporkan oleh Portal Lebak.
Kemenangan ini menjadi sangat berarti bagi Los Colchoneros, karena merupakan yang pertama kali mereka raih di Camp Nou dalam dua dekade terakhir. Hasil ini juga menempatkan Atletico pada posisi menguntungkan untuk melangkah ke babak semifinal Liga Champions, sebuah pencapaian yang diidamkan oleh skuad asuhan Diego Simeone, dilansir dari Liga Olahraga.
Pertandingan dimulai dengan tempo seimbang, di mana Barcelona menunjukkan dominasinya dalam penguasaan bola. Meski demikian, beberapa peluang emas dari Marcus Rashford tidak berhasil dikonversi menjadi gol. Bahkan, gol Rashford pada menit ke-17 dianulir karena Lamine Yamal terperangkap offside.
Perubahan signifikan terjadi pada menit ke-44 ketika Pau Cubarsi diusir wasit setelah melanggar Giuliano Simeone. Mulanya, Cubarsi hanya diganjar kartu kuning, namun setelah peninjauan VAR, keputusan diubah menjadi kartu merah, membuat Barcelona harus bermain dengan 10 orang di sisa pertandingan.
Keunggulan jumlah pemain segera dimanfaatkan oleh Atletico. Pada masa tambahan waktu babak pertama, Julian Alvarez berhasil mencetak gol melalui tendangan bebas, membawa tim tamu unggul 1-0. Memasuki babak kedua, Barcelona, meskipun bermain dengan 10 pemain, tetap berusaha mendominasi penguasaan bola.
Namun, upaya mereka untuk menyamakan kedudukan justru berbuah gol kedua bagi Atletico pada menit ke-70. Alexander Sorloth, pemain pengganti, berhasil mengonversi umpan silang dari sisi kiri menjadi gol. Hingga peluit akhir dibunyikan, Atletico Madrid berhasil mempertahankan keunggulan 2-0.
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, memberikan pandangannya setelah pertandingan di Barcelona. Ia mengungkapkan bahwa timnya bertahan dengan teratur, sehingga Barcelona kesulitan mengembangkan permainan. Meskipun hanya memperoleh sedikit peluang, Simeone menilai timnya mampu memanfaatkan momen yang ada.
Mengenai insiden handball yang melibatkan Marc Pubill dan sempat membuat Barcelona kecewa karena tidak mendapatkan penalti, Simeone berpendapat bahwa keputusan tim wasit sudah tepat. "Jika Pubill dan wasit menafsirkan bahwa permainan belum dimulai, itu adalah nalar umum dari permainan," jelas Simeone.
Meskipun Atletico memiliki keunggulan, Simeone menegaskan bahwa pertarungan belum berakhir. Mereka akan menghadapi lawan yang sangat kuat, dan pertandingan berikutnya akan dimainkan dengan semangat tinggi serta dukungan penuh dari para suporter di kandang.
Susunan pemain yang diturunkan oleh kedua tim mencerminkan strategi masing-masing. Barcelona bermain dengan formasi 4-2-3-1 dengan Joan Garcia sebagai kiper, sementara Atletico Madrid menggunakan formasi 4-4-2 dengan Juan Musso di bawah mistar gawang.
Susunan Pemain
Barcelona (4-2-3-1): Joan Garcia; Jules Kounde (Araujo 73'), Pau Cubarsi (kartu merah 44'), Gerard Martin, Joao Cancelo (Balde 86'); Eric Garcia, Pedri (46'); Lamine Yamal, Dani Olmo, Marcus Rashford (Ferran Torres 73'); Robert Lewandowski (Fermin 46').
Atletico Madrid (4-4-2): Juan Musso; Marcos Llorente, Marc Pubill, David Hancko, Matteo Ruggeri; Giuliano Simeone, Johnny Cardoso, Koke, Ademola Lookman; Antoine Griezmann, Julián Álvarez.