Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengajukan usulan penambahan alokasi anggaran sejumlah Rp 672.937.948.560. Dana tambahan ini diperuntukkan bagi bantuan implementasi program 3 Juta Rumah, finalisasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), serta revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa proposal penambahan dana ini telah disampaikan kepada Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Pernyataan ini disampaikannya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR RI, di Jakarta Pusat, pada Selasa (31/3/2026), seperti dilansir dari Detik Finance.
Nusron menjelaskan, pihaknya memiliki tugas menerbitkan sertifikat tanah dan hak guna bangunan dalam mendukung program 3 juta rumah. Program yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan memberikan kepastian hukum bagi para penerima manfaat.
Dukungan terhadap program perumahan ini diprioritaskan untuk wilayah yang tingkat sertifikasinya masih rendah. Daerah-daerah tersebut meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hingga Jakarta. Kebutuhan anggaran tambahan sebesar Rp 672 miliar juga akan dialokasikan untuk penanganan permukiman kumuh di Jakarta.
Di sisi lain, Nusron turut melaporkan total anggaran Kementerian ATR/BPN sepanjang tahun 2026 yang semula berjumlah Rp 9,49 triliun. Namun, pagu anggaran tersebut mengalami pemotongan untuk efisiensi.
“Blokir dan alokasi direktif presiden sebesar Rp 551.649.863.000 sehingga paku yang efektif adalah Rp 8.897.697.102.000,” terang Nusron.
Dari total pagu efektif tersebut, penyerapan anggaran Kementerian ATR/BPN pada kuartal pertama 2026 mencapai 20,10%. Penyerapan dana ini digunakan untuk pelaksanaan berbagai program. Di antaranya pelayanan pertanahan, penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), serta pelayanan pendidikan dan pelatihan.
“Pada kuartal I ini telah tercapai angka Rp 1.798.202.288.875 atau sekitar 20,10% dari pagu efektif,” tegas Nusron.