Aturan Energi Mobil F1 2026 Dirombak FIA Jelang GP Jepang

FIA mengubah aturan pengelolaan energi mobil F1 jelang GP Jepang 2026. Batas pengisian ulang energi dikurangi jadi 8 megajoule.

Federasi Otomotif Internasional (FIA) membuat perubahan signifikan pada sistem pengelolaan energi mobil Formula 1, beberapa hari sebelum kualifikasi Grand Prix Jepang.

Penyesuaian regulasi ini, yang mempengaruhi aspek krusial dari Formula 1 musim 2026, dilakukan setelah dua seri balapan berlangsung.

Mercedes menunjukkan dominasi awal musim ini. George Russell dan Kimi Antonelli masing-masing memenangkan balapan di Melbourne dan Shanghai, membawa tim tersebut memimpin klasemen konstruktor.

Ferrari juga tampil kompetitif, dengan Charles Leclerc dan Lewis Hamilton meraih podium. Namun, Max Verstappen dari Red Bull masih berjuang dengan mobil RB22, belum meraih podium dalam upayanya meraih gelar juara dunia kelima.

Verstappen sebelumnya mengkritik regulasi baru, menyebut balapan kurang menarik karena pembagian tenaga yang sama antara listrik dan pembakaran internal, mirip dengan Formula E.

FIA telah berdiskusi dengan para pembalap terkait penggunaan energi. Tim-tim besar seperti Mercedes, Ferrari, Red Bull, Audi, dan Honda sepakat untuk menurunkan batas maksimum pengisian ulang energi menjelang kualifikasi di Jepang, dari sembilan menjadi delapan megajoule.

Dalam pernyataan resminya pada Kamis (26-3-2026), FIA menjelaskan alasan perubahan ini. "Penyesuaian ini mencerminkan masukan dari pembalap dan tim, yang menekankan pentingnya menjaga sesi kualifikasi sebagai tantangan performa," demikian pernyataan FIA.

FIA menambahkan bahwa awal musim 2026 berjalan lancar dan penyempurnaan ini adalah bagian dari proses normal untuk mengoptimalkan regulasi baru. FIA, bersama tim dan produsen unit tenaga, akan terus mengembangkan sistem pengelolaan energi.

Dampak Langsung di Lintasan

Dengan perubahan ini, kebutuhan energi untuk mengisi ulang baterai di lintasan lurus saat kualifikasi berkurang. Pembalap tidak perlu sering mengurangi kecepatan atau melakukan teknik hemat energi, sehingga potensi kecepatan maksimal dapat lebih optimal.

GP Jepang akan diadakan pada Minggu (29-3-2026). Setelah itu, Formula 1 akan memasuki jeda lima pekan karena pembatalan GP Bahrain dan Arab Saudi akibat konflik di Timur Tengah.

Recommended