Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menanggapi perihal kosongnya stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell. Berdasarkan informasi dari situs resmi Shell Indonesia, kondisi ini masih berlangsung.
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah bertanggung jawab mengurus semua pihak, bukan hanya kelompok tertentu. Ia menyarankan agar Shell bernegosiasi dengan badan usaha lain untuk memperoleh pasokan BBM.
Pemerintah, menurut Bahlil, telah meminta seluruh operator SPBU swasta untuk bernegosiasi dengan Pertamina terkait pasokan BBM.
"Silakan B to B (business to business). Kita gini loh, saya tidak bicara orang per orang ya. Negara itu hadir bukan mengurus satu kelompok, satu kelompok. Negara itu hadir untuk mengurus semuanya," tegas Bahlil di Kementerian ESDM pekan ini.
Bahlil kembali menegaskan bahwa badan usaha swasta yang ingin tetap beroperasi dipersilakan menjalin kerja sama dengan badan usaha lain.
"Bagi kelompok-kelompok yang ingin untuk tetap survive dan punya apa namanya stok, ya silakan berkolaborasi dengan badan-badan usaha lain," tutur Bahlil.
Situs resmi Shell Indonesia menginformasikan bahwa produk BBM saat ini tidak tersedia. Berikut pernyataan lengkapnya:
"Produk bahan bakar minyak (BBM) Shell saat ini tidak tersedia. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Anda alami.
Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku."