Pelatih Bali United, Johnny Jansen, meningkatkan kewaspadaan timnya terhadap agresivitas sektor kiri Borneo FC menjelang laga pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan krusial tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Senin (11/5/2026).
Persiapan selama satu pekan terakhir difokuskan Jansen pada perbaikan koordinasi pertahanan dan efektivitas konversi peluang. Sebagaimana dilansir dari Bola, Bali United berupaya meredam kekuatan tim tamu yang saat ini sedang bersaing ketat di papan atas klasemen bersama Persib Bandung.
Identifikasi ancaman spesifik telah dilakukan tim pelatih Bali United melalui analisis video pertandingan lawan. Fokus utama jatuh pada bek kiri Caxambu yang tercatat telah mengemas satu gol dan sembilan assist dalam 31 penampilan musim ini.
Selain lini belakang, pergerakan winger Mariano Peralta juga menjadi atensi besar bagi skuat Serdadu Tridatu. Pemain depan asal Samarinda tersebut telah mencatatkan statistik impresif dengan torehan 16 gol dan 13 assist sepanjang kompetisi berlangsung.
"Borneo FC bagi saya tim berbahaya, terutama dari sisi kiri permainan mereka. Semua orang tahu mereka punya pemain yang sangat berkualitas di sektor tersebut," ujar Johnny Jansen, Pelatih Bali United.
Jansen menilai dinamika permainan kolektif Pesut Etam menjadi tantangan berat bagi organisasi pertahanan anak asuhnya. Pola pergerakan pemain lawan yang cepat mengisi ruang kosong mewajibkan Bali United untuk disiplin dalam menjaga transisi permainan.
Meski pernah mengalahkan Borneo FC di Stadion Segiri pada putaran pertama, Jansen menegaskan hasil tersebut bukan jaminan untuk laga kali ini. Pihak manajemen dan staf pelatih lebih memilih fokus pada peningkatan penguasaan bola dan organisasi pertahanan saat kehilangan bola.
Tim asuhan Johnny Jansen kini dituntut membuktikan hasil latihan sepekan terakhir untuk mengamankan poin di kandang sendiri. Strategi yang telah disusun berdasarkan analisis video tersebut akan langsung diuji dalam jalannya pertandingan esok malam.