Bali United Terancam Sanksi Berat Akibat Penyalaan Kembang Api

Bali United terancam sanksi berat dari Komdis PSSI setelah suporter menyalakan kembang api dan flare dalam laga kontra Bhayangkara FC di Stadion Dipta.

Pertandingan sepak bola antara Bali United melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, terhenti pada menit ke-90+3 akibat ledakan petasan, kembang api, dan suar (flare) oleh suporter pada Minggu, 17 Mei.

Insiden pelemparan dari tribun utara tersebut mencederai seorang juru kamera penyiaran yang mengalami luka robek di bagian pelipis, seperti dilansir dari Bola. Kelompok suporter North Side Boys 12 (NSB12) kemudian menyampaikan permohonan maaf terbuka serta menanggung biaya pengobatan korban.

"Perwakilan kami telah menghubungi bapak yang terkena lemparan kembang api saat bertugas di depan tribun utara. Kami meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian tersebut," tulis NSB12 dalam pernyataan resminya di Instagram.

Pihak suporter menyatakan bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut dan mengimbau seluruh penonton untuk menjaga keselamatan bersama dalam laga berikutnya.

"Fanatik boleh, tetapi akal sehat harus tetap digunakan. Ciptakan euforia tanpa menyakiti orang lain," lanjut NSB12 dalam pernyataan resminya.

Akibat pelanggaran berulang ini, Bali United kini menghadapi ancaman hukuman lebih berat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI berupa denda ratusan juta rupiah hingga penutupan sebagian tribun stadion untuk musim depan.

Berdasarkan catatan Komdis PSSI, klub asal Bali tersebut sebelumnya sudah dua kali dijatuhi sanksi disiplin musim ini, yaitu denda Rp60 juta saat menjamu Persebaya Surabaya dan denda Rp320 juta serta larangan dua laga tanpa penonton saat melawan Persija Jakarta.

Pelatih Fabio Lefundes menegaskan Borneo FC tidak kehilangan semangat dalam perebutan gelar BRI Super League 2025/2026 usai menang 3-2 atas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (11/5/2026).

Manajemen Bali United kini sedang bersiap menghadapi pemanggilan sidang komisi disiplin sembari mengumpulkan bukti-bukti pengawasan di lapangan.

"Kami masih menunggu keputusan resmi dari Komite Disiplin PSSI. Untuk bentuk sanksinya sampai saat ini belum kami terima," ujar Alex, Media Officer Bali United Alexander Maha Putra Oemanas.

Recommended