Banding Pemain Naturalisasi Malaysia Dikabulkan Sebagian oleh CAS

CAS mengabulkan sebagian banding tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia terkait sanksi FIFA atas pemalsuan dokumen.

Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah mengeluarkan putusan terkait banding tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang sebelumnya dinyatakan ilegal oleh FIFA. Keputusan ini mengubah sebagian sanksi yang dijatuhkan FIFA.

Panel arbitrase CAS menetapkan larangan bermain selama 12 bulan bagi para pemain, namun sanksi hanya berlaku untuk pertandingan resmi. Mereka tetap diizinkan berlatih bersama klub masing-masing.

Kasus ini bermula ketika Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menaturalisasi tujuh pemain asing pada tahun 2025. Para pemain tersebut adalah Facundo Tomas Garces Rattaro, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Gabriel Felipe Arrocha, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.

Setelah mendapatkan paspor Malaysia, terungkap bahwa dokumen yang digunakan dalam proses tersebut dipalsukan dan para pemain tidak memiliki keterikatan dengan Malaysia.

Komite Disiplin FIFA menyatakan FAM dan para pemain melanggar Kode Disiplin FIFA (FDC) melalui penggunaan dokumen palsu. FIFA menjatuhkan denda 350.000 franc Swiss (sekitar Rp7,5 miliar) kepada FAM, serta denda masing-masing 2.000 franc Swiss (Rp43 juta) dan larangan bermain selama setahun kepada para pemain.

FAM dan para pemain mengajukan banding ke CAS setelah keputusan itu dikuatkan oleh Komite Banding FIFA.

Dalam bandingnya, FAM mengakui adanya "kelemahan institusional" dan tidak membantah kemungkinan keterlibatannya dalam pelanggaran FDC. FAM menyatakan bahwa para pemain hanya menyerahkan dokumen yang diminta tanpa turut menyiapkan atau mengubahnya.

Pihak pemain naturalisasi Malaysia berargumen bahwa mereka tidak bertindak dengan niat jahat maupun kelalaian.

Sidang tatap muka digelar di markas CAS di Lausanne, Swiss, di hadapan panel arbitrase yang dipimpin Lars Hilliger dari Denmark bersama Jose Luis Andrade dari Portugal, dan Massimo Coccia dari Italia.

Putusan CAS

Panel menyimpulkan bahwa pelanggaran pemalsuan dokumen terbukti dan sanksi 12 bulan larangan bermain dinilai wajar. Namun, berdasarkan Pasal 22 FDC, hukuman hanya diterapkan pada keikutsertaan dalam pertandingan, bukan seluruh aktivitas sepak bola.

Larangan bermain berlaku mulai 5 Maret 2026, dengan masa hukuman yang telah dijalani sejak 25 September 2025 hingga 26 Januari 2026 tetap diperhitungkan.

Banding FAM untuk memangkas denda menjadi tidak lebih dari 50.000 frans Swiss (Rp1 miliar) ditolak. Panel menyatakan denda sebesar 350.000 franc Swiss yang dijatuhkan FIFA kepada FAM adalah keputusan yang tepat dan seimbang dengan pelanggaran yang dilakukan.

Recommended