Bank Indonesia Siapkan Layanan New BI-Fast untuk Transfer Luar Negeri

Bank Indonesia sedang mengembangkan New BI-Fast untuk mempermudah transaksi antarnegara dan meningkatkan efisiensi sistem pembayaran nasional.

Bank Indonesia (BI) tengah mengembangkan layanan New BI-Fast sebagai bagian dari Roadmap Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 untuk memfasilitasi pengiriman uang ke luar negeri secara lebih mudah. Rencana pengembangan sistem pembayaran versi terbaru ini disampaikan pada Rabu (22/4/2026).

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyatakan bahwa pembaruan sistem ini bertujuan menciptakan layanan yang lebih terstandar, efisien, dan memiliki jangkauan lebih luas. Hal ini mencakup perbaikan dari sisi teknis, model bisnis, hingga tata kelola sistem pembayaran nasional.

Dilansir dari Detik Finance, sistem baru tersebut dirancang untuk mengantisipasi lonjakan volume transaksi di masa mendatang. Penguatan manajemen risiko juga menjadi fokus utama guna memitigasi potensi ancaman siber dan tindak penipuan atau fraud.

"Saat ini kami di Bank Indonesia sedang mempersiapkan new BI Fast, BI Fast baru dan juga industri fast payment. Jadi, dengan aransemen yang lebih terstandar dan juga baik, dari sisi teknis, bisnisnya maupun governance-nya," ujar Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur BI.

Layanan New BI-Fast akan mengadopsi fitur pembayaran lintas negara atau cross-border melalui skema nexus. Skema ini memungkinkan integrasi pembayaran instan dengan sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan India, sementara Uni Eropa saat ini berstatus sebagai pemantau atau observer.

Data Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan pada penggunaan BI-Fast oleh masyarakat sepanjang triwulan I-2026. Volume transaksi tercatat mencapai 1,4 miliar kali atau mengalami kenaikan sebesar 31 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Rata-rata transaksi harian juga meningkat menjadi 15,6 juta transaksi dari sebelumnya 14,8 juta pada triwulan lalu. Secara nominal, nilai transaksi BI-Fast menembus angka Rp3.519 triliun, tumbuh sebesar 28,35 persen secara year on year.

Recommended